Ketum PPP Rommy Ditangkap KPK, Haji Lulung Bakal Gelar Syukuran Hingga Potong Sapi
Nasional
Ketum PPP Romahurmuzy Ditangkap KPK

Lulung sendiri pernah menjabat sebagai pengurus PPP, namun dipecat oleh Rommy pada 2016 lalu.

WowKeren - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Rommy ditangkap oleh KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur pada Jumat (15/3). Rommy ditangkap sekitar pukul 09.00 WIB.

Penangkapan Rommy ini rupanya mendapat sorotan dari Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Menurutnya, Rommy telah membuat umat Islam malu dan harus dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah melakukan korupsi.


"Saya Prihatin, memang ada asas praduga tak bersalah," kata Lulung, seperti dikutip dari CNN Indonesia. "Tapi apabila terbukti bersalah melakukan korupsi Rommy telah membuat malu umat Islam, sudah kualat dia sama Suryadharma ali dan umat Islam."

Kualat yang dimaksud Lulung lantaran Rommy telah memecah belah PPP. Partai tersebut diketahui pernah mengalami dualisme kepemimpinan antara kepengurusan Djan Faridz dan Rommy. Hal serupa juga terjadi pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 silam.

"Siapa yang dukung Anies, siapa yang dukung Ahok," ujarnya. "Rommy sudah memecah belah PPP, kualat dia sama umat."

Selain itu, Lulung meminta KPK untuk menyelidiki dan mengusut kekayaan Rommy yang menurutnya tidak wajar. "Kekayaannya melonjak, di kediamannya di Condet, dia beli banyak tanah itu. KPK harus selidiki juga dan sita kalau terbukti hasil korupsi," lanjut Lulung.

"Ini orang enggak sadar-sadar, sudah banyak pelaku korupsi yang ditangkap, tapi enggak kapok," lanjutnya. "Apalagi PPP kan partai Islam, rumah umat Islam, partai kakbah."

Lulung sendiri pernah menjabat sebagai pengurus PPP. Ia dipecat oleh Rommy pada 2016. Kemudian ia memilih untuk pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN).

Selain itu, Lulung mengaku akan menggelar syukuran terkait penangkapan Rommy. Ia juga mengatakan tidak akan pindah kembali ke PPP.

"Saya akan potong sapi, besok setelah sampai di Jakarta, saya sekarang di Medan," ucapnya. "Saya bukan kutu loncat, saya tidak akan pindah."

Sementara itu, penangkapan Rommy diwarnai aksi kejar-kejaran. Menurut saksi yang merupakan petugas Linmas Surabaya, kala itu ia melihat seorang pria pergi dari pintu pintu hotel. Ia melihatnya dari seberang jalan. Pria tersebut dikatakannya, dikejar oleh sekitar 5 orang.

"Jam 8-an lihat orang lari keluar dari situ," kata saksi tersebut di Surabaya, Jumat (15/2). "Saya posisi di sini (di seberang hotel). Ada yang ngejar, sekitar 5an."

Saksi juga sempat mendengar ada keributan. Dia menyebut bahwa ada suara ramai orang berteriak. "Iya rame gitu, denger teriakan juga," lanjut saksi yang merupakan petugas Linmas penjaga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...