OTT Rommy Diduga Terkait Jual Beli Jabatan, KPK Amankan 5 Orang Termasuk Pejabat Kemenag dan DPR
Nasional
Ketum PPP Romahurmuzy Ditangkap KPK

Dalam OTT yang dilakukan, tim KPK berhasil mengamankan sejumlah uang yang diduga sebagai bagian dari transaksi jual beli jabatan di Kemenag.

WowKeren - Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di Jawa Timur pada Jumat (15/3), tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan lima orang. Salah satu di antaranya adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Tak ayal, kabar penangkapan ini cukup menghebohkan dunia politik Indonesia.

Selain Rommy, empat orang di antaranya merupakan pejabat Kementerian Agama dan Anggota DPR RI. Selain itu, ada juga pihak swasta yang ikut terjaring saat penangkapan. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.


"Lima orang tersebut ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR RI anggota DPR RI," terang Febri di Gedung KCLC, Jakarta, Jumat (15/3). "Kemudian ada unsur swasta, dan dari unsur pejabat di Kementerian Agama pejabat di daerah ya di Kementerian Agama."

Selain menangkap lima orang itu, KPK juga berhasil mengamankan sejumlah uang. Febri menduga bahwa uang tersebut merupakan bagian dari transaksi yang melibatkan para penyelenggara negara tersebut.

"Ada uang yang kami amankan juga," jelas Febri. "Karena itu ada diduga adalah bagian dari transaksi yang diindikasikan melibatkan penyelenggara negara tersebut."

Adapun transaksi yang dimaksud adalah upaya memperjual belikan jabatan yang ada di Kemenag. Tak hanya di tingkat daerah namun juga pusat.

"Transaksi ini dari identifikasi yang sudah kami lakukan diduga terkait dengan pengisian jabatan," ujar Febri. "Di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah."

Meski demikian, KPK masih belum bisa memberikan konfirmasi mengenai siapa saja yang terlibat dalam transaksi tersebut. Febri mengatakan bahwa pihak KPK masih perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi yang diterima.

"Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut," lanjut Febri. "Dan KPK belum bisa menyebutkan siapa saja orang-orang yang diamankan."

Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap agar tim KPK mengusut kasus ini secara tuntas. Sebab, penegakan hukum harus berlaku sama bagi siapapun, tak terkecuali politisi PPP yang notabene partai pendukung Joko Widoo-Ma'ruf Amin.

You can share this post!

Related Posts
Loading...