Ini Cara Gubernur Ganjar Pranowo Tepis Dugaan Kampanye di Apel Kebangsaan Rp 18 M
Nasional

Apel Kebangsaan bertajuk 'Kita Merah Putih' yang diselenggarakan pada Minggu (17/3) kemarin dinilai rawan dipolitisasi.

WowKeren - Apel Kebangsaan bertajuk "Kita Merah Putih" usai diselenggarakan pada Minggu (17/3). Acara tersebut sempat menuai polemik lantaran dikabarkan memakai dana APBD hingga Rp 18 miliar.

Acara yang diselenggarakan di Semarang tersebut banyak dicurigai karena dinilai rawan dipolitisasi. Namun, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memiliki cara untuk menepis kecurigaan tersebut.


Kala Ganjar memberikan sambutan sebelum berorasi, ia maju bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Ia juga meminta Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setiabudi, dan Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi, untuk mendampinginya.

"Insya Allah gambarkan kebersamaan kita. Pimpinan DPRD yang hadir adalah orang-orang yang biasanya di media sosial rame, tapi Jateng tunjukkan hari ini bisa bersatu. Mohon ketua dewan maju, wakil maju," tutur Ganjar di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. "Beliau (ketua DPRD Jateng) dari PDI Perjuangan dan ini (wakil ketua DPRD Jateng) PKS. Kita bisa bersatu dan biasa kompak, kita tunjukkan."

Ganjur lantas sempat berorasi tentang hoaks dan firnah yang memecah belah persaudaraan. Ia lantas mengajak peserta Apel Kebangsaan untuk melawan hoaks dan intoleransi.

"Lihat bangsa kita sekarang ini, fitnah merajalela, hoaks tumbuh tak terhitung bagai pasir di padang gurun, tuduh menuduh maki memaki saling menyerang bertengkar antar kawan bahkan saudara sedarah sekalipun," ujar Ganjar. "Saya yakin yang di sini akan lawan hoaks. Kita kecam intoleransi dan tidak ingin disintregrasi bangsa."

Di sisi lain, pakar tata negara, Mahfud MD, juga telah angkat bicara perihal Apel Kebangsaan tersebut. Mahfud menyatakan bahwa acara tersebut tidak mengandung unsur kampanye dalam rangka Pemilu.

"Yang dikampanyekan bukan pemilu 2019 tapi mengkampanyekan negara kesatuan Republik Indonesia agar utuh. Jangan terpecah hanya karena pemilu, anda boleh memilih siapa saja," terang Mahfud. "Itu kampanye politik tingkat tinggi bukan nyinyir-nyinyiran, itu penting disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, kita mulai bermartabat di tengah masyarakat dunia ini karena kita punya negara yang merdeka."

You can share this post!

Related Posts
Loading...