Persatuan Dokter Gigi Indonesia Ancam Keluar dari BPJS Kesehatan Usai Kerap Alami Kerugian
Nasional

Ketua Umum PDGI, Sri Hananto Seno, meminta agar kapitasi yang tadinya Rp 2.000 per pasien dinaikkan menjadi Rp 3.000.

WowKeren - Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengancam akan keluar dari BPJS Kesehatan apabila biaya kapitasi masih Rp 2.000 per pasien. Pasalnya, PDGI mengklaim kerap mengalami kerugian.

Kapitasi merupakan metode pembayaran dalam pelayanan kesehatan. Sebelumnya, ancaman serupa juga pernah dikeluarkan oleh PDGI. Namun hingga kini, mereka masih menunggu keputusan pemerintah untuk menaikkan biaya kapitasi.


Persoalan ini telah dibahas dalam rapat kerja nasional (Rakernas) XII PDGI. Para dokter gigi ini juga telah menemui Komisi IX DPR dan berkirim surat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun sayangnya, pembahasan kapitasi untuk dokter gigi tak kunjung usai.

Seluruh dokter gigi yang menjadi mitra BPJS Kesehatan pun masih menunggu sikap pemerintah atas keluhan mereka. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PDGI, Dr drg RM Sri Hananto Seno, SpBM (K), MM.

"Mereka (Pemerintah) sudah sampaikan akan mengkaji ulang kapitasi, karena kapitasi sekarang sudah tidak sesuai," jelas Seno dilansir Tribunnews, Minggu (17/3). "Dari biro hukum Kemenkes sudah meminta untuk kemanfaatannya, kemanfaatannya akan mengkaji lagi."

Menurut Seno, kapitasi dokter gigi sekarang masih mengacu pada harga empat tahun lalu, yakni Rp 2.000. Oleh sebab itu, dokter gigi yang bermitra dengan BPJS Kesehatan merugi.

Seno pun menjelaskan bahwa dokter gigi yang bermitra dengan BPJS Kesehatan hanya mendapat kapitasi sebanyak Rp 20 juta per bulan. Padahal, untuk dapat membiayai semuanya, kapitasi ideal ialah Rp 30 juta.

"Pengeluaran fix cost yang tadinya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta sekarang jadi Rp 15 juta sampai Rp 20 juta," tutur Seno. "Ditambah dengan bahan yang tinggi, sehingga Rp 20 juta kurang."

Menurut Seno, meski kapitasi menjadi Rp 30 juta per bulan, dokter gigi yang bermitra dengan BPJS Kesehatan tak sepenuhnya mendapat untung. Namun, kenaikan kapitasi dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 paling tidak dapat membuat para dokter gigi tersebut bernapas lega dan berkerja dengan tenang.

"Kita minta kenaikan jadi 3 ribu saja lah. Jika 2 ribu menjadi 3 ribu saja, artinya akan mendapat Rp 30 juta sebulan," ujar Seno. "Itu pun juga kita perhitungkan masih rugi. Nah kita minta, mengerti lah. Enggak usah banyak, Rp 3 ribu saja."

You can share this post!

Related Posts
Loading...