Deddy Corbuzier Kritisi Netter yang Tulis Doa Soal Penembakan Masjid di Selandia Baru
Youtube/Deddy Corbuzier
Selebriti
WNI Korban Penembakan Masjid Selandia Baru

Deddy Corbuzier mengatakan bahwa netter tersebut bisa digolongkan menjadi tiga kategori.

WowKeren - Dunia dihebohkan dengan tragedi penembakan dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret lalu. Simpati banyak diberikan oleh publik untuk umat muslim yang menjadi korban penembakan tersebut. Sederet selebriti Tanah Air pun ikut menuliskan ucapan belasungkawa di media sosial masing- masing.

Deddy Corbuzier menjadi salah satu selebriti yang ikut membuat konten tentang tragedi berdarah ini. Bukan di Instagram, Deddy membuat konten penembakan masjid di Selandia Baru ini di YouTube. Pembawa acara "Hitam Putih" ini pun membahas topik yang cukup menarik dan berbeda dibanding artis- artis lain.


Deddy lebih memilih untuk mengkritisi perihal netter yang ramai menuliskan doa di media sosial seiring dengan terjadinya penembakan tersebut. Menurut Deddy, setidaknya netter yang menuliskan doa untuk para korban penembakan masjid di Selandia Baru ini bisa dikategorikan menjadi tiga kelompok.

"Tiba-tiba orang-orang memposting doa, turut berduka cita, berdoa untuk New Zealand dan sebagainya di Instagram. Ini secara psikologi terbagi menjadi tiga orang," kata Deddy dalam video yang diunggah pada Senin (18/3). "Yang pertama adalah orang-orang yang berdoa beneran. Mereka melakukan, mereka berdoa tapi tidak perlu diposting di Instagram."

"Tipe orang kedua, ini adalah tipae orang yang berdoa lalu mempostinga doanya atau mengajak berdoa di sosial media atau Instagram," lanjut Deddy. "Nah tipe orang kedua ini menurut saya juga tidak ada masalah. Karena dia berdoa dia mengajak orang lain untuk berdoa juga untuk saudara-saudara kita yang mengalami kejadian tersebut."

Selanjutnya Deddy mengungkap tipe orang ketiga yang membuatnya resah. Dimana tipe orang ini dianggap hanya menuliskan doa semata tanpa "hati" di dalamnya. Mantan suami Kalina Oktarani ini mengibaratkan orang tersebut dengan orang-orang yang sering menuliskan emoji tertawa saat chatting padahal sesungguhnya tak tertawa.

"Tapi ada tipe orang ketiga dan saya tahu sekali banyak tipe orang ketiga, yaitu yang hanya memposting turut berduka cita dan berdoa untuk saudara-saudara kami yang ada di Australia tanpa benar- benar berdoa," lanjut Deddy. "Jadi dia tidak berdoa, enggak beneran berdoa tapi dia posting. Atau saya sebut dengan doa online."

"Ini sama seperti ketika Anda chatting dengan teman Anda lalu Anda ketawa di chatting," jelas Deddy. "Yang jadi masalah adalah banyak orang yang menggunakan sosial media juga untuk doa online. Anda juga tahu kok orang yang cuma doa online."

You can share this post!

Related Posts
Loading...