Jokowi Dianggap BPN Prabowo 'Game Over' Usai Lihat Survei Kompas, TKN Tak Terima
Nasional

Dalam survei terbaru Litbang Kompas, Jokowi dan Prabowo disebut memiliki selisih tipis hanya 11,8 persen saja.

WowKeren - Survei yang dirilis oleh Litbang Kompas baru-baru ini membuat kedua pihak calon Presiden Indonesia bereaksi. Survei yang dilakukan selama periode 22 Februari hingga 5 Maret tersebut menunjukkan selisih tipis antara pasangan 01 dan 02.

Survei Kompas menyatakan jika pasangan 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki kenaikan pemilih yang signifikan. Sementara itu, keadaan berbalik ditunjukkan oleh paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.


Paslon 01 itu disebut memiliki elektabilitas yang menurun sehingga jarak antara Jokowi dan Prabowo menjadi semakin tipis. Menurut survei Litbang Kompas, jarak keduanya hanya 11, 8 persen saja.

Terkait hasil survei tersebut, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo menyebut Jokowi sudah "berakhir". Pihak BPN juga menangkap hasil survei tersebut sebagai sinyal kemenangan.

"Kompas sebagai grup besar sudah berikan sinyal kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa 17 April besok presiden Indonesia akan diganti dari Jokowi ke Prabowo Subinato. Intinya apa? Litbang Kompas memberikan pemberitahuan bahwa Pak Jokowi game over," terang juru bicara BPN, Andre Rosiade, di Jakarta Selatan pada Rabu (20/3).

Tak terima atas pernyataan BPN, pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi memberikan balasan. "Kita buktikan di pemilu nanti," ucap Wakil Sekretaris TKN, Ahmad Rofiq, pada Kamis (21/3).

Rofiq menjelaskan jika pihaknya kerap curiga dengan survei yang digelar Litbang Kompas tersebut. Kendati demikian, timnya akan terus berusaha untuk menutup jarak tipis dalam survei.

"Tentu TKN juga bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya," sambung Rofiq. "Kita terus berjuang untuk pemenangan."

Di sisi lain, Jokowi sudah memberikan tanggapan mengenai hasil survei Kompas ini. Tak ambil pusing, presiden petahana Indonesia ini dapat menjadi pelecut bagi mesin politiknya untuk bekerja lebih keras lagi.

"Justru kalau saya, hasil (survei) yang baik justru bisa melemahkan kita. Justru menjadikan kita ini tidak waspada," tutur Jokowi di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (20/3). "Tetapi kalau hasil survei yang tidak baik atau kecil, malah mendorong. Memicu seluruh unsur, relawan, kader partai untuk bekerja lebih militan lagi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...