Jokowi Komentari Persoalan Sertifikat Tanah: Bisa Nunggu 160 Tahun
Instagram/jokowi
Nasional

Presiden Joko Widodo membagi-bagikan 5.000 sertifikat tanah kepada warga Bogor hari ini (21/3).

WowKeren - Presiden Joko Widodo kembali membagi-bagikan sertifikat tanah kepada warga pada hari ini. Kali ini, Jokowi membagikan 4.000 sertifikat untuk warga Kota Bogor, dan 1.000 sertifikat untuk warga Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyinggung soal 80 juta warga yang masih belum memegang sertifikat tanah. Oleh sebab itu, Jokowi mempercepat pembuatan sertifikat tanah untuk warga melalui Kementerian ATR/BPN.


"Bapak Ibu, seluruh tanah air di Indonesia ini harusnya keluar 116 juta sertifikat. 116 juta yang harus dipegang masyarakat, tapi di 2015 kita baru keluar 46 juta, berarti masih kurang 80 juta yang belum pegang sertifikat coba," tutur Jokowi di Lapangan Parkir Bogor Nirwana Residence. "Apa kejadiannya? Ya tadi sengketa lahan, konflik lahan, sengketa tanah konflik tanah."

Jokowi pun membahas soal kesulitan dalam mengurus sertifikat tanah. "80 juta masyarakat belum pegang ini (sertifikat), kenapa belum pegang ini? Karena dulu dulu ngurusnya ruwet benar? Benar?" ujar Jokowi.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Kementerian ATR/BPN sebelumnya hanya menerbitkan 500-600 ribu sertifikat tanah dalam setahun. Apabila target penerbitan tak dinaikkan, maka masyarakat harus menunggu sangat lama untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

"Setahun, di seluruh Indonesia hanya diproduksi 500 ribu sertifikat setahun, kalau masih kurang 80 juta berarti menunggunya masih 160 tahun," jelas Jokowi. "Bapak mau? 80 juta yang kurang, setahun hanya 600 ribu berarti 160 tahun lagi baru selesai yang namanya sertifikat."

Ia pun bertanya kepada para warga yang hadir apakah mereka mau menunggu sekian lama hanya untuk mendapat sertifikat. Para warga pun dengan kompak menjawab tidak.

"Siapa yang mau dapat sertifikat 160 tahun lagi? Silakan maju saya beri sepeda," tutur Jokowi. "Silakan maju saya beri sepeda, tapi nunggu tahun 160 tahun sertifikatnya? Mau enggak?"

Sang Presiden lantas mengaku sedih apabila ada warganya yang mengeluh tentang persoalan sertifikat tanah. Oleh sebab itu, ia meminta pada para warga yang telah menerima untuk menjaga sertifikatnya masing-masing.

"Inilah sekarang kenapa kita percepat sertifikat supaya tak ada sengketa. Sedih saya kalau sudah nangis-nangis masalah sertifikat, tapi enggak bisa apa-apa saya. Karena sudah kalau menyangkut hukum sudah, yang menyelesaikan pengadilan," jelas Jokowi. "Sekarang kalau sudah pegang sertifikat, tolong diberi plastik, kemudian sampai lemari difotokopi. Yang asli ditaruh di lemari satu, yang foto kopinya ditaruh di lemari yang lain, supaya kalau yang di plastik hilang, fotokopinya masih ada, ngurusnya gampang ke kantor."

You can share this post!

Related Posts
Loading...