Said Aqiel Beri Tanggapan Pasca Dipolisikan Soal 'Prabowo Didukung Kelompok Radikal'
Twitter/saidaqil
Nasional

Said dilaporkan oleh Korlabi pasca dinilai menyebarkan ujaran kebencian dengan mengatakan bahwa Prabowo didukung oleh kelompok radikal.

WowKeren - Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj, dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian. Laporan dilayangkan oleh Ketua Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi), Damai Hari Lubis.

Berdasarkan penjelasan Damai, Said menyebut jika paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didukung oleh kelompok Islam radikal. Terkait pernyataanya itu, Damai memutuskan untuk secara resmi melaporkan Said kepada polisi.


Menanggapi pelaporan dirinya, Said akhirnya buka suara. Ia mengaku menyerahkan segala dan percaya pada polisi saja. Sampai sekarang, pria berusia 65 tahun ini mengaku belum mendapatkan panggilan polisi.

"Saya serahkan kepada polisi. Saya percaya kepada polisi, kalau mau dilanjutkan monggo," ujar Said dilansir Antara di Jakarta pada Jumat (22/3) kemarin. "Tapi belum dipanggil sampai sekarang."

Said lebih lanjut menjelaskan jika apa yang diujarkannya dalam acara bersama Najwa Shihab itu bukanlah sebuah ujaran kebencian. Untuk itu ia menyerahkan sepenuhnya terkait pelaporannya itu kepada polisi.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto ditantang untuk menjerat Said dengan UU terorisme. Seperti diketahui, Wiranto sempat menyatakan jika penyebar hoaks menjelang Pemilu akan dijerat dengan Undang-Undang Terorisme.

Dalam dialognya bersama dengan Najwa Shihab, Said membahas beberapa hal terkait peran serta NU dalam demokrasi Indonesia. Pada saat membicarakan perihal "NU di Pusaran Politik" inilah Said berceletuk soal keinginan NU memperjuangkan gerakan anti radikalisme, anti-ekstremisme, dan anti-terorisme. Menurut Said, NU menjadi organisasi yang berkomitmen untuk memperjuangkan Islam yang moderat.

Akan tetapi, pernyataan Said tersebut dilanjutkan denang pertanyaan Najwa soal siapa yang dimaksud Said didukung oleh kelompok radikal. Meski tak langsung memberikan pernyataan, Said mengakui bahwa kelompok radikal yang ia maksud berada di paslon nomor urut 02.

You can share this post!

Related Posts
Loading...