Said Aqiel Soal Keputusan NU Hapus Istilah Kafir untuk Nonmuslim: Ngapain Orang Luar Komentar
Twitter/saidaqil
Nasional

Keputusan NU mengganti istilah penyebutan kafir untuk non-Islam sempat menuai perdebatan dari beberapa tokoh.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, organisasi Islam Nadhatul Ulama (NU) mengusulkan untuk menghapus istilah penyebutan kafir bagi pemeluk agama non-Islam. Usulan tersebut dihasilkan NU saat menggelar Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Musyawarah Nasional Alim Ulama NU pada pada 28 Februari lalu.

Keputusan NU ini mengundang pro dan kontra di sejumlah pihak. Ada yang menyambut baik keputusan NU untuk mengganti sitilah kafir dengan "Muwathinun" yang berarti warga negara. Namun, ada pula yang tak setuju lantaran keputusan tersebut seolah mengganti isi Alquran.


Salah satu pihak yang kontra dalam keputusan NU ini adalah Front Pembela Islam (FPI). Juru bicara FPI, Munarman, menyebut bahwa cara berpikir NU menyesatkan. Pasalnya, menurut Munarman, konsep kafir tidak tepat dipadankan dengan warga negara.

Kritik FPI tersebut sudah mendapatkan tanggapan dari NU. "Baca dengan baik dulu keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama. Baru komentar," terang Ketua PBNU, Robikin Emhas dilansir Tempo beberapa waktu lalu.

Terkait kontroversi tersebut, Ketua Umum PBNU, Said Aqiel memberikan penjelasan. Menurutnya, penggantian istilah kafir itu diputuskan atas musyawarah NU sendiri.

"Alhamdulillah Munas Ulama NU di Banjar baru dilakukan memutuskan memanggil nonmuslim tidak dengan boleh disebut dengan kata 'kafir'. Itu keputusan ulama-ulama, untuk orang NU, ngapain orang luar komentar," ujar Said di kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam pada Jumat (22/3) kemarin. "Itu keputusane dewe, mau dijalankan kita dewe, kok orang luar komentar."

Penghapusan istilah kafir ini juga dicontohkan Said seperti terjadi di Mekah, Arab Saudi. Untuk itu, baginya penghapusan istilah kafir yang diputuskan NU bukanlah suatu hal besar yang menjadi kontroversi orang-orang di luar NU.

"Sekarang kalau kita masuk ke Mekah dari Jeddah masuk ke Mekah itu ada tulisan yang lurus itu ditulis 'lil muslimin faqat' untuk orang Islam saja, nanti yang ke kanan 'ghoirul muslimin' nonmuslim belok kanan, jangan masuk Mekah," terang Said. "Kok nggak 'lil kafirin', enggak bilangnya nonmuslim bukan kafir yang nonmuslim silakan belok kanan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...