Trailer Perdana 'Dora and the Lost City of Gold' Ini Jadi Bahan Guyon Penggemar
YouTube/ Paramount Pictures
Film

Live-action ini menampilkan sejumlah perbedaan dari versi kartunnya, terutama pada sosok si monyet Boots dan tas ransel milik Dora.

WowKeren - Sesuai janji, akhirnya Paramount Pictures merilis trailer perdana live-action "Dora and the Lost City of Gold" pada Sabtu (23/3) lalu, bertepatan dengan acara Kids' Choice Awards 2019. Live-action yang diadaptasi dari kartun populer "Dora the Explorer" ini secara keseluruhan menampilkan keseruan petualangan Dora bersama rekan-rekannya.

Trailer perdana ini memperkenalkan Dora era milenial sebagai seorang siswa Sekolah Menengah Atas. Dalam video berdurasi 2 menit 30 detik ini, tampak Dora yang tetap mengenakan kaus ungu dan celana jingga sesuai ciri khasnya. Tak ketinggalan ransel ungu yang selalu dibawanya tiap bepergian.


Trailer ini menampilkan banyaknya adegan-adegan lucu sekaligus epik. Dora (Isabella Moner) dikisahkan harus ditinggalkan oleh ayah dan ibunya yang merupakan seorang arkeolog. Orangtuanya pergi untuk menjalani sebuah misi penting, yaitu mencari kota emas yang hilang.

Dora kemudian tinggal bersama sepupunya, Diego, dan pergi ke sekolah layaknya anak-anak pada umumnya. Namun saat mereka pergi untuk sebuah kunjungan ke museum, Dora dan teman-temannya justru diculik oleh penjahat. Dora pun kemudian berusaha untuk melarikan diri dan menyelamatkan orang tuanya bersama Diego dan teman-temannya.

Meski mengadaptasi versi kartunnya, namun ada sejumlah perubahan yang cukup signifikan dalam live-action ini. Mulai dari tampilan Diego, kemudian si monyet Boots yang justru terlihat tak mengenakan sepatu boots ikoniknya. Pun dengan tiadanya peta di ransel ungu milik Dora seperti dalam versi kartunnya. Bahkan dalam satu adegan, Dora juga terlihat membawa senjata tajam. Tak ayal, hal ini pun langsung menjadi bahasan tersendiri di kalangan penggemar, bahkan menjadikannya guyonan.

"Boots bahkan tak memiliki sepatu bootsnya," cuita salah satu penggemar. "Tas ranselnya tak bisa bicara. Lalu dimana petanya? Kenapa Dora tidak memintaku untuk menemukan lokasi yang dia harus kunjungi?" kelakar yang lain. "Sejujurnya kurasa film ini lebih seperti parodi daripada aksi," timpal lainnya.

Terlepas dari hal tersebut, film ini diproduseri oleh Michael Bay, Andrew Form dan Brad Fuller. Ketiganya akan meneruskan proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 2015 tersebut. Sementara James Bobin, yang sebelumnya pernah menggarap "Alice Through the Looking Glass", didapuk sebagai sutradara untuk mengarahkan film ini. Rencananya, kisah petualangan bocah perempuan ini bakal dirilis pada 2 Agustus mendatang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...