Fahri Hamzah Bantah Klaim Jokowi-Ahok Bangun MRT, Ibaratkan Datang sebagai Anak 'Orang Kaya'
Instagram/fahrihamzah
Nasional

Muncul klaim jika MRT Jakarta terwujud berkat keputusan yang dibuat oleh Jokowi bersama dengan Ahok, Fahri Hamzah mengaku tak terima.

WowKeren - Moda Raya Terpadu (MRT) resmi dioperasikan pada Minggu (24/3). Penduduk DKI Jakarta kini bisa menjajal transportasi umum yang dibuat untuk meredakan kemacetan ibu kota itu.

Usai diresmikan, muncul klaim bahwa keputusan pembangunan MRT diambil oleh Joko Widodo yang kini menjadi presiden dan juga wakil gubernurnya kala itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Jokowi sendiri sempat mengaku merasa heran lantaran keputusan pembangunan MRT sempat mandek selama berpuluh tahun.


"Negara sebesar Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang," ujar Jokowi di saat berpidato di depan Pengusaha Pekerjaan Pro Jokowi (Kerjo), di Istora, Senayan, Jakarta, pada Kamis (21/3). "Itu pun putusan politiknya, kami putuskan saat saya jadi gubernur saat itu dengan Pak Ahok."

Akibat klaim Jokowi tersebut, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah membantahnya. Menurut Fahri, Jokowi bukanlah satu-satunya pihak yang mengambil keputusan untuk pembangunan MRT Jakarta.

"Kan Pak SBY terima dari ibu Megawati itu cuman 400 kurang dari Rp 400 miliar. Setahu saya kurang. Tapi Pak Jokowi menerima dari pak SBY Rp 2.200 triliun ya kan, artinya dia itu datang sebagai anak 'orang kaya'," jelas Fahri di kompleks MPR/DPR pada Senin (25/3). "Itu yang menyebabkan dia (Jokowi) boleh ngutang dan dia boleh membangun apa saja yang dia mau. Itu loh. Pak Jokowi itu."

Fahri menjelaskan jika dirinya keberatan saat Jokowi menyebut sebagai satu-satunya presiden yang memutuskan pembangunan MRT Jakarta. "Jangan katakan enggak ada presiden sebelumnya, enggak ada gubenur sebelumnya, 'ini semua kerjaan saya'. Tidak boleh begitu, ini semua rantai pekerjaan karena yang akan mangkrak kalau pak Jokowi tak terpilih, yang akan mangkrak kan banyak," pungkas Fahri.

Seperti diketahui, MRT Jakarta telah resmi beroperasi pada Minggu (24/3) kemarin. Dalam peresmian MRT turut hadir Presiden Indonesia, Joko Widodo dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, tarif MRT masih berlaku gratis hingga tanggal 1 April 2019 mendatang. Sayangnya, beberapa sikap pengguna MRT yang kurang pantas juga mendapatkan sorotan usai resmi beroperasi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...