Bawaslu Soal 'Salam Tempel' Luhut ke Kiai di Madura: Kalau Bisa Dipanggil Ya Kami Panggil
Nasional

Pihak Bawaslu mengatakan adanya kemungkinan untuk memanggil Luhut. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses klarifikasi yang dilakukan oleh Bawaslu Bangkalan.

WowKeren - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akhirnya angkat bicara menanggapi pelaporan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait pemberian amplop saat sowan ke seorang kiai di Madura. Luhut dilaporkan oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) karena dianggap telah melakukan kampanye secara terselubung.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan bahwa ada kemungkinan pihaknya akan memanggil Luhut. "Nanti kita lihat, kalau bisa dipanggil ya akan kami panggil," kata Bagja dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (10/4).


Bagja mengatakan bahwa saat ini Bawaslu masih melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Oleh sebab itu, ia belum bisa memastikan kapan akan memanggil Bawaslu. Saat ini, laporan tersebut masih diproses di Bangkalan. Jika memang perlu dilakukan pemeriksaan, maka Luhut akan menjalaninya di Jakarta.

"Masih diproses di Bangkalan, di Bawaslu Bangkalan," tutur Bagja. "Kan kejadiannya di Bangkalan."

Luhut dilaporkan dengan dugaan melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu pasal 283 Ayat 1 dan 2. Meski demikian, Luhut berkilah bahwa pemberian amplop tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan Pemilu. Dikatakannya, uang itu adalah bentuk santunan untuk orang sakit.

Lebih jauh, Luhut menjelaskan bahwa memberi amplop berisi uang adalah budaya yang memang sudah ada di pesantren Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga menyebut bahwa dirinya dan Kiai Zubair sudah berteman sejak lama. Ia juga sadar bahwa memberikan amplop berisi uang dan meminta orang yang diberi untuk mencoblos Paslon tertentu adalah bentuk money politic.

"Beliau (Zubair) kan sudah 80 tahun. Ada wartawan di sana, saya tahu kok," ujar Luhut di Jakarta, Senin (8/4). "Tidak ada niat mau kampanye. Sogok-sogok itu kan money politic."

Adapun maksud kunjungan Luhut ke Pondok Pesantren Nurul Cholil adalah untuk bersilaturahmi. Sebab, ia mendengar kabar bahwa Kiai Zubair sedang sakit. "Mengenai kunjungan ke Bangkalan, saya sengaja menjenguk KH Zubair Muntasor yang saya dengar memiliki masalah kesehatan. Tentu hal ini tidak patut saya ceritakan ke publik secara lebih mendetail karena privasi beliau," jelas Luhut dalam siaran pers, Jumat (5/4).

You can share this post!

Related Posts