Pangkas Biaya Listrik Hingga Sembako, Sandiaga Janjikan Masyarakat Bisa Hemat Rp 1,5 Juta Per Bulan
Nasional

Dengan biaya rumah tangga yang bisa dipangkas hingga 20 persen, masyarakat bisa menggunakan sisa uang mereka untuk kebutuhan lainnya. Ia akan menurunkan harga bahan pokok.

WowKeren - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melakukan kampanye akbar di Sultan Convention Center Palembang. Dalam orasinya itu, ia kembali menyebut kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan dijalankannya bersama Prabowo nanti jika menang Pilpres.

Di hadapan massa, ia mengungkapkan rencananya agar masyarakat bisa hidup hemat. Caranya, dengan menurunkan biaya listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM) serta tentu saja harga bahan pokok. Ia berharap dengan kebijakannya itu, masyarakat bisa memangkas biaya rumah tangga sebesar 20 persen. Menurutnya, rakyat bisa menghemat Rp 1,5 juta per bulannya.


"Kami berencana memangkas biaya rumah tangga hingga 20 persen," kata Sandiaga di Sumatera Selatan pada Jumat (12/4). "Tarif listrik, tarif BBM, sembako akan dipangkas. Jadi per bulan bisa hemat Rp 1,5 juta."

Sebab meskipun kondisi ekonomi disebut-sebut sudah membaik, namun nyatanya masih banyak rakyat kecil yang kurang bisa memenuhi kebutuhan mereka lantaran harga bahan pokok yang kian melambung tinggi. Oleh sebab itu, jika harga turun dan masyarakat bisa berhemat maka uang tersebut bisa dipakai untuk hal-hal bermanfaat lainnya.

Tak hanya itu, Sandiaga juga berniat untuk meningkatkan perekonomian Indonesia hingga enam persen. Adapun target tersebut akan diupayakan oleh Sandiaga dengan mengoptimalkan dua sektor, yakni pertanian dan energi.

Tak lupa, Sandiaga juga menjanjikan ketersediaan lapangan kerja. Sebab selama ini ia melihat bahwa jumlah lapangan kerja di Indonesia masih kurang. Dengan mengoptimalkan swasembada pertanian dan energi serta sektor perumahan dan industri, Sandiaga berharap negara mampu menyediakan sebanyak 15 juta lapangan kerja.

"Kami ingin Indonesia swasembada pertanian dan energi, sektor perumahan serta industri juga kami maksimalkan," jelas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. "Sehingga bisa menyerap 15 juta lapangan kerja."

Sandiaga juga mengimbau agar publik meningkatkan kualitas ekspor komoditas mereka. Ia melihat bahwa Sumsel sebagai wilayah penghasil karet berpotensi memproduksi ban daripada harus mengekspor barang mentah. "Jangan lagi ekspor barang mentah. Sudah saatnya buat produk sendiri, OK Oce dan Rumah Siap Kerja bisa mewujudkannya," tegas Sandiaga.

You can share this post!

Related Posts
Loading...