Debat Terakhir Diharap Bisa Genjot Elektabilitas, Ini Selisih Hasil Survei Antara Jokowi dan Prabowo
Nasional
Debat Akhir Pilpres 2019

Berikut adalah rangkuman selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi dilihat dari hasil survei 4 lembaga yang dirilis menjelang agenda debat Pilpres terakhir.

WowKeren - Debat Pilpres 2019 yang terakhir akan dilaksanakan pada malam ini (13/4). Adu argumen yang akan disampaikan oleh Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun diharap membantu masyarakat untuk menentukan pilihan mereka. Sehingga, elektabilitas masing-masing paslon bisa naik.

Menjelang agenda tersebut, berbagai lembaga survei telah mengeluarkan hasil penelitian mereka terkait dengan elektabilitas masing-masing paslon. Meski demikian, hasil survei setiap lembaga justru berbeda-beda. Berikut rangkuman selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi dari hasil survei 4 lembaga.


Yang pertama adalah lembaga survei Cyrus Network. Dalam survei nasional yang dilakukan pada 27 Maret-2 April 2019, Jokowi-Ma'ruf mampu mengungguli Prabowo-Sandi dengan selisih 18,3 persen.

"56,4 persen memilih Jokowi-Ma'ruf Amin, 38,1 persen memilih Prabowo-Sandiaga," tutur CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, Kamis (11/4). "(Sebanyak) 3,2 persen belum memutuskan, 0,7 persen tidak memilih, 1,6 persen tidak menjawab."

Lalu survei kedua berasal dari lembaga Voxpol Center Research and Consulting. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 18 Maret-1 April 2019, Jokowi-Ma'ruf menang tipis atas Prabowo-Sandi dengan selisih hanya 5,5 persen.

Kubu petahana berhasil meraup suara sebesar 48,8 persen, sementara paslon 02 meraup 43,3 persen. "Dari segi elektabilitas menunjukkan peta politik semakin kompetitif, selisih elektabilitas kedua pasang kandidat sudah semakin dekat," jelas Direktur Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago, Selasa (9/4).

Survei keempat adalah lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Hasil survei SMRC yang dilakukan pada 5-8 April 2019 tersebut hampir mirip dengan hasil lembaga Cyrus Network. Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi dengan selisih 19,8 persen.

"Seandainya Pilpres dilaksanakan sekarang yang dipilih sebagai presiden, Jokowi-Amin 56,8 persen," jelas Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, Jumat (12/4). "Lalu Prabowo-Sandi 37 persen, yang tidak tahu atau rahasia 6,3 persen."

Survei terakhir berasal dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Dalam survei yang dilakukan pada 4-9 April 2019, Jokowi-Ma'ruf sukses unggul dengan selisih 11,8 persen dari Prabowo-Sandi.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf ialah 55,9 persen hingga 65,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi berada di angka 34,3 persen hingga 44,1 persen. "Artinya, jika elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menggunakan batas bawah elektabilitas saat ini 55,9 persen, dan Prabowo-Sandi menggunakan batas atas 44,1 persen, Jokowi-Ma'ruf diproyeksikan tetap menang telak dengan selisih di atas dua digit," jelas peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, Jumat (12/4).

You can share this post!

Related Posts
Loading...