KPAI Sesalkan Kehadiran Anak-Anak di Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf Meski Sudah Dilarang
Twitter/wahyu_kentjana
Nasional

Stadion Gelora Bung Karno dibanjiri lautan massa yang ingin menyaksikan kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf. Tak sedikit dari mereka yang membawa anak-anak meski sudah ada larangan sebelumnya.

WowKeren - Hari ini, Sabtu (13/4), Paslon Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno Jakarta. Lautan massa tampak membanjiri area stadion dan tak sedikit dari mereka yang membawa anak-anak.

Salah satu relawan, Anto, mengatakan bahwa ia harus membawa serta anaknya karena tidak ada yang menjaganya di rumah. Sehingga ia bersama istrinya tidak bisa meninggalkan anak mereka sendirian. "Ya gimana ya, kita ini cuma berdua (bersama istrinya) ke sini, enggak ada yang jagain di rumah,” kata Anto dilansir dari Kumparan, Sabtu (13/4).


Padahal, masyarakat sudah diimbau untuk tidak mengikutsertakan anak dalam menghadiri kampanye. Salah satu petugas, M Basahil, mengatakan bahwa pihaknya memiliki keterbatasan untuk menindak tegas orang-orang yang nekat membawa anak mereka. Hal itu mengingat jumlah personel yang tak cukup memadai dibandingkan dengan lautan massa yang hadir.

"Ada beberapa yang lolos, kalau anaknya sudah bisa jalan sendiri kita biarin aja biar bapak-ibunya yang jaga," kata M Basahil masih dilansir dari Kumparan. "Habis gimana ya, kita kekurangan pasukan juga sih. Massanya segitu banyak kitanya cuma segini, masalah gelang aja kita sudah lolos banyak."

Petugas keamanan yang lainnya, Ari, mengatakan bahwa pihaknya juga sudah mengimbau masyarakat untuk tidak menghadiri kampanye dengan membawa anak. Imbauan tersebut disampaikan lewat media sosial. "Kita sebelumnya sudah mengimbau lewat media sosial, segala macam, kalau anak-anak tidak boleh ikut kampanye," tutur Ari.

Sementara itu, pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia sangat menyayangkan kejadian ini. Komisoner KPAI Jasra Putra menegaskan bahwa perlindungan anak harus ditegakkan agar hak anak-anak tidak disalahgunakan dalam kegiatan politik. Menurutnya, para orang tua tersebut tidak seharusnya membawa anak-anak mereka turut hadir dalam agenda politik seperti kampanye.

"Perlindungan anak harus menjadi komitmen semua stakeholders, termasuk pemenuhan hak-hak anak agar tidak disalahgunakan dalam kegiatan politik," ujar Jasra dilansir dari Detik, Sabtu (13/4). "Orang tua selaku orang yang terdekat dari anak semestinya tidak membawa anak-anak terlibat dalam kampanye terbuka tersebut."

You can share this post!

Related Posts
Loading...