Kampanye Akbar Jokowi di GBK Hasilkan Lebih Banyak Sampah Dari Prabowo, Jumlahnya Capai 147,6 Ton
Instagram/jokowi
Nasional
Kampanye Akbar Jokowi Prabowo

Dalam kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf di GBK pada Sabtu (13/4), jumlah sampah yang dihasilkan mencapai 147,6 ton. Sementara kampanye akbar Prabowo-Sandi menghasilkan 72 ton sampah.

WowKeren - Paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, telah menggelar kampanye akbar pada Sabtu (13/4) kemarin. Jokowi-Ma'ruf menggunakan lokasi yang sama dengan kampanye akbar paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Namun, kampanye akbar dengan tajuk "Konser Putih Bersatu" tersebut ternyata menghasilkan lebih banyak sampah apabila dibandingkan dengan kampanye akbar Prabowo-Sandi. Tercatat, jumlah sampah yang dihasilkan acara tersebut mencapai 147,6 ton. Sementara jumlah sampah kampanye akbar Prabowo-Sandi hanya 72 ton.


Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dja'far Muchlisin, butuh waktu hingga Minggu (14/4) pukul 02.30 WIB untuk membersihkan sampah-sampah tersebut. Pembersihan sampah tersebut dilakukan oleh 300 personel kebersihan DLH DKI Jakarta, 100 personel kebersihan GBK, serta dibantu pula oleh relawan Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau total itu sekitar 140 ton," ujar Dja'far dilansir suara.com, Minggu (14/4). "Lebih banyak (dari kampanye Prabowo-Sandi)."

Untuk mengatasi jumlah sampah tersebut, Dja'far mengaku telah menyiagakan 5 unit truk organik, 18 unit truk typer, 5 unit mobil mini dumptruck, serta 9 unit mobil penyapu jalan alias roadsweeper. Sementara itu, jumlah timbunan sampah yang dihasilkan mencapai 158,67 ton.

Namun, sampah yang dipilah ada sebanyak 11,07 ton. "Sisanya 147,6 ton diangkut ke Bantar Gebang," jelas Dja'far.

Di sisi lain, kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf juga sempat disesalkan karena banyaknya anak-anak yang dihadirkan. Menurut beberapa relawan, hal ini tak dapat dihindari karena tidak ada yang dapat menjaga anak-anak di rumah saat orangtua pergi ke kampanye akbar.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga sangat menyayangkan kejadian ini. Menurut Komisioner KPAI Jasra Putra, para orang tua tersebut tidak seharusnya membawa anak-anak mereka turut hadir dalam agenda politik seperti kampanye.

"Perlindungan anak harus menjadi komitmen semua stakeholders, termasuk pemenuhan hak-hak anak agar tidak disalahgunakan dalam kegiatan politik," ujar Jasra dilansir dari Detik, Sabtu (13/4). "Orang tua selaku orang yang terdekat dari anak semestinya tidak membawa anak-anak terlibat dalam kampanye terbuka tersebut."

You can share this post!

Related Posts
Loading...