Penayangan 'Game of Thrones' di Tiongkok Malah Bikin Fans Kesal, Kenapa?
HBO
TV

Melalui akun media sosial Weibo masing-masing, para penggemar ini menumpahkan kekesalan mereka pada Tencent Video yang memegang lisensi penayangan serial besutan HBO tersebut.

WowKeren - Episode perdana dari musim final "Game of Thrones" yang dirilis pada 14 April lalu tentunya mendapatkan sambutan meriah dari berbagai kalangan. Terlebih, musim final ini tentunya akan mengakhiri kisah panjang perebutan Iron Throne.

Namun sayangnya, penayangan episode pertama "Game of Thrones" di Tiongkok justru mendapatkan kritik keras dari para penggemar. Bukan lantaran kisah yang disajikan, melainkan gara-gara banyaknya sensor yang bertebaran sepanjang adegan.


Dilansir The Jakarta Post pada Rabu (17/4), para penggemar ini menumpahkan kekesalan mereka melalui akun media sosial Weibo masing-masing. Di Tiongkok sendiri, hak tayang serial besutan HBO tersebut dipegang oleh Tencent Video selaku pemegang lisensi siar.

Diketahui, episode perdana dari musim kedelapan "Game of Thrones" yang ditayangkan oleh Tencent Video berdurasi sekitar 48 menit. Sedangkan versi asli episode ini seharusnya 54 menit. Tentu saja hal ini menunjukkan adanya pemotongan adegan selama 6 menit di episode tersebut.

"Agak tidak nyaman menonton versi yang disensor," cuit salah satu penggemar. "Jika adegan-adegan itu memang tak pantas untuk dilihat, kenapa penulis serial itu menulisnya? Kenapa sutradara merekamnya? Orang-orang yang menyukai Game of Thrones tidak hanya menyukainya karena konten porno dan kekerasan, tapi untuk semuanya," timpal yang lain. "Aku tidak ingin ketinggalan satu detik pun untuk menyaksikan serial ini," pungkas lainnya.

Di sisi lain, rupanya ini bukanlah pertama kalinya "Game of Thrones" kena sensor di Tiongkok. Pada episode pertama musim ketujuh, adegan ketika Archmaester membedah mayat dan meminta Samwell Tarley menimbang jantungnya juga disensor.

You can share this post!

Related Posts
Loading...