Diduga Lakukan Kebohongan Politik, 6 Lembaga Quick Count yang Menangkan Jokowi-Ma'ruf Dipolisikan
Nasional

Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks menilai bahwa apa yang disampaikan oleh enam lembaga survei terkait hasil quick count tidak sesuai dengan fakta yang ada.

WowKeren - Sejumlah lembaga telah merilis hasil penghitungan suara untuk Capres-Cawapres. Tak sedikit dari mereka yang menunjukkan hasil bahwa Paslon Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks (KAMAKH) melaporkan enam lembaga quick count ke Bareskrim Polri atas dugaan telah melakukan kebohongan politik. Keenam lembaga yang dimaksud adalah Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Charta Politika, Poltracking, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), serta Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).


Keenam lembaga survei itu dinilai tak menyampaikan fakta sesuai aslinya. Kuasa Hukum KAMAKH Pitra Romadoni mengatakan bahwa lembaga-lembaga survei tersebut menampilkan hasil yang menyatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul. Padahal menurutnya, berdasarkan data dari KPU, ribuan TPS menunjukkan bahwa Prabowo-Sandiaga lah yang unggul. Hal-hal semacam inilah yang bisa memancing kebingungan di masyarakat.

"Hasil survei ini jelas-jelas membingungkan masyarakat kita, kalau kita berpatokan kepada quick count, kebenarannya itu belum bisa dipertanggungjawabkan secara penuh," kata Pitra di Bareskrim Polri, Kamis (18/4). "Padahal data KPU bilang mereka mendapatkan ribuan TPS memenangkan Prabowo dengan persentase 56 persen tadi malam."

Untuk itu, Pitra meminta agar pihak Bareskrim segera melakukan audit terhadap seluruh lembaga survei yang memenangkan Paslon 01. Tak hanya itu, perlu juga diselidiki di TPS mana saja lembaga survei itu melakukan survei mereka.

Menurut Pitra, kebohongan yang dilakukan oleh keenam lembaga survei tersebut sangat dahsyat sebab bisa menggiring opini publik. Apalagi jika nantinya justru Prabowo yang dinyatakan menang, Pitra mempertanyakan bagaimana keenam lembaga survei itu mempertanggungjawabkan kebohongan ini.

"Jangan membuat kebingungan masyarakat kita," tegas Pitra. "Ini sudah sangat dahsyat sekali lho penggiringan opini quick count ini, apabila nanti nyatanya Prabowo yang menang, bagaimana nanti mempertanggungjawabkan ini."

Pitra menuturkan bahwa laporan yang ia sampaikan sudah diterima oleh pihak polisi dan akan segera ditindaklanjuti. "Memang nomor LP-nya belum ada tadi, tapi alhamdulillah di dalam tadi laporan kami katanya akan ditindaklanjuti," imbuh Pitra.

You can share this post!

Related Posts
Loading...