Miris, Petugas KPPS Di Sulawesi Selatan Disiram Tinta dan Disundut Rokok oleh Pemilih
Instagram/kpu_ri
Nasional

Selain itu, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) lainnya dipukul oleh pendukung salah satu calon. Hal ini terjadi di TPS 4 Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Luwu Timur.

WowKeren - Pemungutan suara Pemilu 2019 telah rampung di selenggarakan pada Rabu (17/4) lalu. Namun, pelaksanaannya ternyata meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sulawesi Selatan.

Saat proses penghitungan suara, setidaknya dua penyelenggara pemilu di dua kabupaten berbeda dianiaya oleh para pemilih. Komisioner KPU Sulawesi Selatan Uslimin menyebutkan, salah tau petugasnya di Kota Palopo, Luwu Raya disiram tinta dan disundut bara rokok oleh pemilih.


Selain itu, petugas KPPS lainnya dipukul oleh pendukung salah satu calon. Hal ini terjadi di TPS 4 Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Luwu Timur.

"Ada dua laporan yang kami terima korban penganiayaan. Satu dari TPS 01 Kelurahan Penggoli, Kota Palopo. Itu disiram tinta wajahnya dan disundut rokok oleh pemilih," katanya, seperti dikutip dari Kompas. "Kemudian yang kedua korban pemukulan, ketua KPPS TPS 4 Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Luwu Timur."

Uslimin mengatakan bahwa pihaknya masih akan mendalami dua laporan tersebut. Ia mengaku belum mendapat kronologi utuh soal penyebab petugas KPPS yang diperlakukan tidak baik oleh para pemilih. Ia memastikan akan menempuh jalur hukum.

"Ini kita minta KPU-nya lapor polisi karena ini penganiayaan," lanjutnya. "Pelakunya sedang dalam pengusutan."

Selain itu, Uslimin menyesalkan sikap warga yang langsung main hakim sendiri dalam menyikapi proses penghitungan suara pemilu kali ini. Menurutnya, hal tersebut tidak mencerminkan sikap warga yang taat pada hukum di Indonesia.

"Buat kami adalah penyelenggara tidak boleh dianiaya dan tidak boleh main hakim sendiri karena itu adalah negara hukum," ujarnya. "Kalau ada yang salah atau kekhilafan dari penyelenggara silakan tempuh cara-cara konsesional."

"Kalau ada yang tidak cocok, ayo kita cocokkan C1-nya," lanjutnya. "Bahkan langkah paling akhir kalau memang tidak bisa selesai-selesai juga, ayo kita buka surat suaranya."

Tak hanya itu, Pemilu 2019 juga meninggalkan duka. 12 orang petugas KPPS Jawa Barat dinyatakan meninggal dunia diduga akibat pelaksanaan tugas Pemilu 2019 yang mengharuskan mengurus dokumen pemilihan presiden dan legislatif memakan durasi pengerjaan ekstra.

You can share this post!

Related Posts
Loading...