Bupati Madina Mundur Karena Jokowi Kalah di Wilayahnya, BPN Prabowo: Aparat Mengalami Tekanan
Nasional

Bupati Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, mengajukan surat pengunduran diri kepada Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

WowKeren - Bupati Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, mengundurkan diri dari jabatannya. Alasan pengunduran diri tersebut ialah Capres petahana Joko Widodo kalah suara di wilayahnya dalam Pilpres 2019.

Dahlan sendiri telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Surat pengunduran diri Dahlan pun viral di media sosial. Salah satu warganet yang turut membagikan foto surat tersebut adalah akun Twitter @BagusAryoWicak1.


"Dengan hormat, kami maklum kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali," demikian kutipan surat pengunduran diri tersebut. "Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan."

Bagus Aryo Wicaksono

Twitter

Diketahui, perolehan suara sementara Jokowi-Ma'ruf Amin di Mandailing Natal adalah 20,01 persen. Angka ini terpaut jauh dengan perolehan suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mencapai 79,99 persen.

Surat pengunduran diri tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Dahlan sendiri. "Ya benar (surat pengunduran dirinya). Saya lagi sakit ini, maaf ya,” tutur Dahlan dilansir Tempo.co, Minggu (21/4).

Menanggapi hal tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun angkat bicara. Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, mengaku merasa prihatin dengan pengunduran diri tersebut.

"Saya membaca suratnya mudah-mudahan suratnya benar bukan hoaks, tetapi kalau itu terjadi itu kita perlu prihatin juga," jelas Said di kediaman Sandi pada Minggu. "Sebabnya apa kok tidak sesuai harapan kemudian mundur apakah ada janji, apakah ada perjanjian bahwa harus menang kalau kalah kemudian mundur?"

Tak hanya itu, Said juga menyebut bahwa aparat setempat mengalami "tekanan". Oleh sebab itu, pihaknya ingin kejadian di Mandailing Natal segera dikaji.

"Aparat mengalami tekanan-tekanan, tidak mungkin tidak ada masalah kalau dia tidak mundur, jadi tiba-tiba mundur ini suatu yang harus dikaji lah," jelas Said. "Ini adalah rangkaian peristiwa-peristiwa yang saya sebut sebagai secara masif muncul dimana-mana. Bupati Nias Selatan, ada Bupati di Lampung marah-marah sudah nunggu tapi surat suaranya ternyata enggak ada. Jadi ini suasana yang betul-betul menimbulkan keprihatinan malah bisa mengarah pada kegentingan dan saya kira kita tidak ingin ini terus berlanjut."

You can share this post!

Related Posts
Loading...