Pandji Pragiwaksono Akui Pilih Jokowi di Pemilu 2019, Sebut Prabowo Saklek
Instagram/pandji.pragiwaksono
Selebriti
Pemilu 2019

Meski sempat disebut-sebut golput, Pandji Pragiwaksono akhirnya memutuskan untuk mencoblos Joko Widodo yang memiliki kelebihan ini daripada Prabowo Subianto.

WowKeren - Pandji Pragiwaksono akhirnya blak-blakan mengungkapkan pilihannya di Pemilu 2019, yang digelar pada 17 April lalu. Padahal Pandji sebelumnya diduga golput alias tak memberikan pilihannya terhadap salah satu dari dua calon presiden, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Hal tersebut dikarenakan Pandji pernah mengunggah video yang berjudul "Gak ada alasan pilih Prabowo" serta "Males pilih Jokowi". Namun Pandji kali ini berani mengungkapkan calon presiden pilihannya, yakni Jokowi. Hal ini diungkapkan Pandji melalui video yang sudah ia rekam sebelum hasil Wuick count alias hitung cepat keluar.


"Sekarang gue mau kasih tahu siapa presiden yang gue pilih di pemilihan kali ini. Presiden Republik Indonesia pilihan gue adalah Bapak Joko Widodo. Mari gue kasih tahu alasannya," ujar Pandji di video tersebut. Lebih lanjut, Pandji juga menjelaskan beberapa hal yang ia lihat dari seorang calon presiden yang akan ia pilih.

"Di video minggu lalu gue ngomongin beberapa poin yang jadi pertimbangan pemilihan. Yang pertama, karakter atau gaya kepemimpinan," jelas Pandji. "Yang kedua adalah track record. Yang ketiga adalah program dan gagasan. Yang keempat adalah bukan alasan tapi lebih kepada diam, dan lo tanya hati lo, dan hati lo jawab apa."

Menurut Pandji, dirinya tidak menyukai gaya kepemimpinan yang cenderung keras dan emosional. Komika dan aktor berusia 39 tahun tersebut menilai pemimpin yang baik adalah yang bisa mengontrol sikapnya sendiri.

"Yang pertama soal gaya kepemimpinan, secara umum dari dulu gue enggak pernah suka gaya kepemimpinan yang keras. Gue enggak pernah memilih pemimpin sejauh ini yang kelihatan punya kesulitan untuk mengontrol dirinya," ungkap Pandji. "Karena gue selalu berpikir, ini prinsip yang gue pakai di dunia entertainmen. Kalau lo enggak bisa mengatur diri lo, lo enggak bisa mengatur acara kalau dalam konteks MC atau presenting."

Belum usai, Pandji juga merasa pendekatan pemimpin yang cenderung keras tak sesuai untuk masyarakat Indonesia. Pasalnya, Pandji menilai gaya kepemimpinan yang keras ia anggap seperti merendahkan masyarakat.

"Gue enggak pernah setuju tuh dengan anggapan ya Indonesia tuh harus dikerasin, ditegasin. Gue enggak pernah suka pendekatan seperti itu, karena pendekatan seperti itu merendahkan masyarakat Indonesia, karena masyarakat Indonesia bukan anak SD," sambung Pandji. "Anak zaman sekarang tuh enggak bisa dikerasin, tapi dilogikain. Dari alasan itu saja gue lebih memilih cenderung Pak Jokowi daripada Pak Prabowo."

Selain itu, Pandji juga menyebutkan kekurangan Prabowo di matanya, yakni saklek alias kaku atau keras hati serta tak adaptif. Pemain film "Insya Allah Sah" ini melihat Jokowi memiliki keterbukaan akan hal-hal baru daripada Prabowo.

"Gaya kepemimpinan lain atau karakteristik orang yang jadi pertimbangan gue adalah gue bilang Pak Prabowo orangnya saklek, tapi itu gambarkan beliau tidak adaptif," papar Pandji. "Nah Pak Jokowi kendati pun istilahnya mencla-mencle, gue ngerasa Indonesia zaman sekarang, dunia zaman sekarang, kita butuh orang yang terbuka akan kebaruan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...