TKN Jokowi Bentuk 'War Room' Pantau Hasil Penghitungan Suara Pemilu
Instagram/jokowi
Nasional

War Room ini bertempat di salah satu ruangan yang ada di Hotel Gran Melia Jakarta. Di ruangan ini terdapat 250 personel yang bekerja selama 24 jam dan terbagi dalam tiga shift.

WowKeren - Penghitungan hasil Pemilu masih terus dilakukan. Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tak sedikit dan tersebar di seluruh Indonesia, membuat proses penghitungan suara cukup memakan waktu.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin memperkenalkan war room sebagai salah satu langkah untuk memantau penghitungan hasil Pemilu. war room ini bertempat di salah satu ruangan yang ada di Hotel Gran Melia Jakarta.


Wakil Ketua TKN Moeldoko mengatakan bahwa war room dibuat sebagai alat kontrol terhadap hasil suara Pemilu. "War room ini adalah alat kontrol kami," kata Moeldoko di Jakarta, Minggu (21/4).

Dari ruangan ini, TKN bisa mencocokkan hasil penghitungan suara mereka. Jika ada hasil yang tidak cocok dalam penghitungan, maka TKN bisa melihat dimana letak ketidaksamaannya.

Sementara tu, Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy mengatakan bahwa di dalam war room sendiri ada sedikitnya 250 personel. Mereka akan bekerja selama 24 jam setiap hari yang terbagi ke dalam tiga shift kerja.

Tugas mereka adalah melakukan rekapitulasi real count dari hasil C1 yang telah diverifikasi yang berasal dari seluruh TPS di Indonesia. Adapun hasil C1 diperoleh dari aplikasi khusus yang dirancang oleh TKN, JAMIN.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan saksi bisa melaporkan hasil penghitungan suara dari TPS secara lebih mudah. "Aplikasi ini memudahkan saksi untuk melaporkan hasil penghitungan suara serta foto C1 dari TPS," kata Lukman dilansir dari Kompas, Senin (22/4).

Hingga Minggu (21/4) sore, proses penghitungan suara di war room secara nasional sudah mencapai 14,66 persen. Dengan kata lain, sudah ada 119.216 TPS yang dihitung dari total 813.350 TPS yang ada.

Sejauh ini dari hasil penghitungan yang diperoleh, Paslon Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari penantang mereka, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasil ini tidak berbeda jauh dari KPU.

"Hasil rekapitulasi suara TKN hampir sama dengan perolehan KPU," jelas Lukman. "Ini menandakan bahwa kami sejalan dengan apa yang dilakukan KPU."

You can share this post!

Related Posts
Loading...