Kecewa Tak Raih Banyak Suara di Pemilu, Caleg NTT Tutup Jalan Desa
Nasional

Jalan yang ditutup merupakan akses utama bagi warga untuk melakukan keseharian mereka sehingga dengan ditutupnya jalan ini membuat warga harus mengambil alternatif lain yang lebih jauh.

WowKeren - Hingga kini, proses penghitungan suara Pemilu masih terus berlangsung. Sejumlah lembaga juga telah merilis hasil hitung cepat mereka. Sayangnya, tak semua pihak mampu berlapang dada menerima hasil yang ada. Terutama bagi mereka yang tidak puas lantaran hasil suara yang didapat tidak sesuai yang diharapkan.

Seperti yang terjadi pada salah satu Caleg DPRD Nagekeo di Desa Nangadhero, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kecewa karena belum bisa mendapatkan suara terbanyak, keluarga Caleg nekat menutup akses jalan yang menghubungkan dua desa di sana.


Penutupan akses jalan dilakukan dengan menimbun bebatuan dan pasir di sejumlah titik. Adapun jalan yang ditutup merupakan akses utama bagi warga untuk menjalani aktivitas keseharian mereka. Akibat ditutupnya akses jalan tersebut, warga terpaksa harus menempuh jalan alternatif lain yang lebih jauh.

"Saat mereka kasih turun material, saya ada di tempat," kata salah seorang warga Idul Yusuf dari Kumparan, Rabu (24/4). "Mereka-mereka yang turun material saya kenal baik. Mereka itu adalah adalah keluarga dari salah satu calon DPRD Nagekeo."

Hal itu dibenarkan oleh Ketua RT setempat. "Kami hanya nonton saja karena masa lebih dari 10 orang. Mereka keluarga dari salah satu calon anggota DPRD Nagekeo dari Dapil 1," kata Petronela masih dilansir dari Kumparan.

Sementara itu, Kepala Polsek Aesesa AKP Ahmad mengatakan akan memanggil pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Ia perlu mengetahui apa motif pelaku menurunkan pasir dan bebatuan di jalan desa. Jika memang karena kecewa lantaran gagal meraih suara terbanyak, maka pihaknya tak akan segan untuk menindak tegas.

"Besok saya akan panggil orang-orang yang tutup jalan untuk melakukan klarifikasi," kata Ahmad. "Kalau material untuk sumbang kerja jalan tidak apa-apa. Tapi kalau karena kecewa kalah politik saya akan tindak tegas pelaku yang tutup jalan itu."

Tak hanya di NTT, hal serupa juga terjadi di Maluku Utara. Caleg yang kecewa karena gagal memperoleh suara terbanyak mengungkit pemberian karpet masjid. Hal ini membuat warga tersinggung sehingga mengembalikan karpet masjid. Kejadian ini diabadikan lewat video dan sempat viral di jagad maya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...