Resmi Naik Takhta, Ini Sosok Kaisar Baru Jepang Naruhito yang Lembut dan Sayang Istri
AP
Dunia

Kaisar Naruhito menikahi Masako Owada yang merupakan lulusan Oxford serta Harvard pada 1993. Masako pun meninggalkan karier diplomatik yang dibangunnya demi menjadi Permaisuri.

WowKeren - Kekaisaran Jepang kini telah memasuki era baru usai Kaisar Akihito resmi turun takhta pada Rabu (30/4). Putra Mahkota Kekaisaran Jepang, Naruhito, pun resmi naik takhta menggantikan posisi sang ayah menjadi Kaisar pada hari ini (1/5).

Lahir pada 23 Februari 1960, Kaisar Naruhito adalah Pangeran Jepang pertama yang tumbuh di bawah satu atap dengan kedua orangtuanya. Tradisi sebelumnya mengharuskan anak-anak kerajaan dibesarkan oleh pengasuh dan guru.


Kaisar Naruhito lantas mengenyam pendidikan di Universitas Oxford pada 1980-an dan sukses mendapat gelar sejarah di Jepang. Rekan kuliahnya di Oxford, Keith George, mengaku Kaisar Naruhito merupakan sosok yang lembut dan rendah hati. "Dia pasti menjadi kaisar yang baik," ujar George dilansir Associated Press, Selasa (30/4).

Pada 1993, Kaisar Naruhito menikahi Masako Owada, yang juga merupakan lulusan Oxford serta Harvard. Masako pun meninggalkan karier diplomatik yang dibangunnya dan menjadi Permaisuri ketika Naruhito mengambil takhta Krisan.

Dengan pengorbanan besar yang telah dilakukan Masako, Kaisar Naruhito pun berjanji untuk melindungi istrinya dengan cara apa pun. Namun, pasangan ini mendapat tekanan dari Kekaisaran kala Masako melahirkan Putri Aiko pada 2001 silam. Diketahui, Kekaisaran Jepang memang tidak melanjutkan suksesinya bagi wanita.

Naruhito lantas tanpa ragu memberikan kritik bagi para bangsawan. Pada 2004, ia menuduh para pemuka istana meredam kepribadian sang istri dalam sebuah sambutan publik.

"Bagi saya, Masako nampak lelah dalam upayanya untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai bangsawan selama 10 tahun terakhir," terang Naruhito kala itu. "Juga benar bahwa ada sesuatu yang sama dengan penolakan terhadap karier Masako sebelumnya."

Meski akhirnya meminta maaf atas sambutan tersebut, Naruhito telah menyerukan tugas baru kerajaan, yakni menyesuaikan diri dengan zaman modern. Pasangan suami istri tersebut kini diharapkan bisa menjadi peneduh Kekaisaran Jepang.

Salah satunya tampak kala mereka bersama-sama mengunjungi korban bencana alam. "Mereka mungkin akan berdampingan di depan publik dan mengunjungi daerah-daerah yang dilanda bencana dan berdoa untuk perdamaian," ujar Profesor di Universitas Nagoya, Hideya Kawanishi.

Naruhito sendiri menuturkan bahwa dirinya berharap dapat menjadi Kaisar yang selalu dekat dengan orang-orang dan berbagi suka dan duka. Namun pasangan ini mungkin tidak akan bisa melakukan kegiatan sebanyak Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko pendahulunya. Pasalnya, Masako memiliki masalah kesehatan yang membuatnya rentan terhadap kelelahan.

You can share this post!

Related Posts
Loading...