Wiranto Sebut Pemerintah Akan Bentuk Tim Nasional Guna Kaji Ucapan Tokoh yang Langgar Hukum
Nasional

Menko Polhukam Wiranto menuturkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan bangsa Indonesia terpecah akibat pemikiran yang bertujuan untuk memprovokasi massa.

WowKeren - Menko Polhukam Wiranto menyebut pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk mengatasi pihak-pihak yang berusaha memecah persatuan bangsa. Salah satunya adalah pemerintah akan membentuk Tim Hukum Nasional guna mengkaji tokoh yang melanggar hukum pasca Pemilu. Nantinya, Tim Hukum Nasional ini akan mengkaji seluruh ucapan, pemikiran, dan tindakan tokoh yang dinilai melanggar hukum.

"Hasil rapat salah satunya adalah kita membentuk tim hukum nasional yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu," jelas Wiranto usai memimpin rapat koordinasi terbatas (Rakortas) tentang "Permasalahan Hukum Pasca Pemilu" pada Senin (6/5). "Siapapun dia, yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum."


Menurut Wiranto, Tim Hukum Nasional tersebut akan terdiri dari beberapa pakar. Di antaranya terdapat pakar hukum tata negara dan juga profesor dari sejumlah universitas.

"Dan tim ini lengkap, dari pakar hukum tata negara, para profesor, doktor berbagai universitas," jelas Wiranto. "Sudah saya undang, sudah saya bicarakan."

Wiranto menuturkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan Indonesia terpecah akibat pemikiran sejumlah tokoh yang memprovokasi massa. "Dan sama apa yang kita pikirkan, bahwa tidak bisa dibiarkan rongrongan terhadap negara yang sedang sah," ungkap Wiranto.

Tak hanya itu, Wiranto juga menyebut bahwa penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo juga termasuk dalam pelanggaran hukum. Pasalnya, Jokowi masih merupakan Presiden Indonesia yang sah hingga pelantikan Presiden baru pada bulan Oktober mendatang.

"Bahkan cercaan, makian terhadap presiden yang masih sah sampai nanti Oktober tahun ini," ungkap Wiranto. "Itu sudah ada hukumnya, ada sanksinya, dan kita akan melaksanakan itu, sanksi itu, siapapun itu harus kita tindak tegas."

Langkah tegas pemerintah ini diambil untuk menegakkan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, Wiranto juga mengimbau agar masyarakat tak terhasut oleh pemikiran yang memecah belah bangsa.

"Pemilu sudah selesai, sedang dihitung, kampanye sudah selesai, sudah saatnya kita bersama-sama lagi merajut persaudaraan kita. Makanya masyarakat jangan terhasut ajakan-ajakan yang tidak benar, dan bagi seluruh masyarakat agar tenang, tidak usah khawatir, dan tidak usah takut, karena aparat keamanan tetap solid," terang Wiranto. "TNI-Polisi tetap solid menjaga ketertiban, keteraturan, dan keamanan nasional."

You can share this post!

Related Posts
Loading...