Pertanyaan Buat Fahri Hamzah Usai Ikut Bukber Bareng Jokowi: Kok Bapak Datang Kan Sering Kritik?
Facebook/Fahri Hamzah
Nasional

Usai menghadiri acara buka bersama di Istana Negara bersama Presiden Jokowi pada Senin (6/5), Fahri menceritakan beberapa pertanyaan yang diberikan wartawan kepadanya di Twitter.

WowKeren - Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara untuk mengikuti buka bersama (bukber) di Istana Negara pada Senin (6/5). Sejumlah Menteri Kabinet Kerja turut menghadiri acara bukber tersebut. Sebut saja Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Polhukan Wiranto, hingga Menko Pembangunan dan Kebudayaan Puan Maharani.

Namun ternyata, acara bukber tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh oposisi. Seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.


Fahri pun sempat bercerita soal acara bukber tersebut di akun Twitter pribadinya. Ia mengaku sempat diberi sejumlah pertanyaan oleh para wartawan yang turut hadir di lokasi. Fahri rupanya sempat ditanya mengapa ia bersedia hadir dalam acara bukber tersebut. Padahal seperti diketahui, Fahri memang vokal mengkritik pemerintahan Jokowi.

"Kemarin pimpinan Lembaga Negara diundang berbuka puasa di Istana. Ada wartawan tanya saya, 'kok bapak datang kan sering kritik?'," cuit Fahri pada Selasa (7/5). "Saya jawab singkat, 'Istana itu bukan kantor pribadi tapi itu kantor kepala negara'. Jadi Bayangkanlah betapa sulit memahami relasi2 ini."

Fahri Hamzah

Twitter

Terlepas dari pertanyaan wartawan yang diberikan untuk Fahri, dalam acara bukber tersebut Jokowi sempat mengucapkan syukurnya atas Pemilu 2019 yang telah terselenggara dengan lancar. Tak hanya itu, Jokowi sendiri juga sempat membahas soal pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia.

"Alhamdulillah kita juga patut bersyukur terhadap Allah SWT akan Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden), Pemilu 17 April 2019 yang lalu berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar," ujar Jokowi dilansir Tribunnews, Senin (6/5). Jokowi lantas mengaku bahwa isu mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia telah dibahas dalam internal pemerintahan sejak tiga tahun yang lalu.

"Kemudian 1,5 tahun yang lalu, kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detil baik dari sisi ekonomi, sisi sosial politik, dan juga dari sisi lingkungan," terang Jokowi. "Oleh sebab itu, kami nantinya akan tindak lanjuti konsultasi ini, tentu saja dengan lembaga-lembaga negara yang terkait dengan ini baik dari sisi hukum maupun politisnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...