Ussy Sulistiawaty Tambah Bukti di Kasus Penghinaan Putrinya, Sebut 3 Akun Diproses Hukum
WowKeren/Fernando
Selebriti

Kasus penghinaan putri Ussy Sulistiawaty masih terus diproses oleh kepolisian. Tiga akun penghina anak Ussy sudah diselidiki oleh polisi lantaran dianggap paling melanggar hukum.

WowKeren - Ussy Sulistiawaty kembali mendatangi Polda Metro Jaya terkait kasus penghinaan terhadap kedua putrinya, Nur Amalia Putri dan Syafa Al Zahra. Sebelumnya, penampilan kedua putri Ussy diejek oleh sejumlah netizen.

Setelah lebih dari lima bulan berlalu, Ussy menegaskan bahwa kasus penghinaan terhadap putrinya masih terus diproses. Didampingi pengacara Sandy Arifin, istri Andhika Pratama tersebut datang ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan bukti tambahan.


"Aku ke sini hari ini agendanya adalah menyerahkan satu lagi barang bukti yang kurang, kemarin ada yang kurang memang. Karena proses dari bulan Desember kemarin sebenarnya berjalan," ujar Ussy kepada WowKeren usai bertemu penyidik di Polda Metro Jaya pada Kamis (9/5). "Banyak yang menyangka aku hanya melaporkan saja. Kemarin kan aku sudah bilang bahwa aku melaporkan beberapa akun yang aku pikir mencemarkan nama baik dan melanggar ITE."

Lebih lanjut, Ussy mengungkapkan bahwa ada tiga akun yang diproses hukum dari 10 akun yang ia laporkan. Ketiga akun tersebut juga sudah diperiksa oleh polisi dan akan dilanjutkan proses hukumnya, lantaran disinyalir melanggar UU ITE. Ussy pun memberikan barang bukti berupa cetakan komentar jahat pelaku dan data-data dari Instagram.

"Ternyata dari 10 akun yang aku laporkan itu ada tiga akun yang disinyalir melanggar Undang-Undang ITE. Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan kepada tiga akun ini dan akan diproses lebih lanjut," jelas Ussy. " Tadi ada beberapa lembar capture dan data-data dari Instagram yang dulu sempat aku punya dan belum aku serahin. Aku penginnya diproses dan semuanya harus lengkap dari yang terkecil sekalipun. Malah saksi-saksi juga sempat diperiksa, ada Amel, dan beberapa orang yang kenal sama aku, yang melihat dan membaca."

Ussy pun menegaskan bahwa ia menyerahkan seluruh proses penyidikan kepada polisi. Artis berusia 38 tahun tersebut juga enggan membuka pintu maaf untuk para pelaku yang menghina putrinya. Apalagi proses penyelidikan kasus tersebut sebentar lagi akan selesai.

"Bukan dipilih tiga dari sepuluh, aku tidak memilih, polisi memang yang memutuskan dan bisa dibuktikan melanggar. Aku sih enggak tahu menahu mana yang melanggar. Jadi kata-kata yang aku pikir itu memang melanggar, aku laporkan," ungkap Ussy. "Saya buka pintu hati untuk keluarga aku aja, buat orang-orang yang sayang sama aku aja. Misalnya dari awal aku laporkan terus ternyata itu tidak melanggar, aku pun pasrah. Prosesnya ini sedikit lagi kelar, kenapa harus dihentikan? Biarkan polisi yang bekerja."

Selain itu, Ussy juga berharap bahwa kasus yang dialami kedua putrinya ini bisa menjadi pelajaran untuk orang lain agar bijak dalam bermedia sosial. "Ini juga membuktikan sama orang-orang kalau polisi bukan hanya gembar-gembor saja, memang ada pasalnya. Jadi bisa bikin orang-orang di luar sana jadi lebih berhati-hati," pungkas Ussy.

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts