Megawati Dituding Makar Oleh Adiknya Sendiri, Puan Maharani Sang Anak Beri Respon Menyejukkan
Instagram/kemenko_pmk
Nasional

Sebelumnya, Rachmawati menuding Megawati melakukan makar di era Gus Dur. Menanggapi hal tersebut, putri Megawati sekaligus keponakan Rachmawati, Puan Maharani, pun buka suara.

WowKeren - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, disebut telah melakukan makar. Hal tersebut disampaikan oleh adiknya sendiri, yakni Rachmawati Soekarnoputri.

Awalnya, Rachmawati mengaku heran mengapa Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn), Kivlan Zen kini tersandung kasus makar. Padahal Megawati jelas melakukan makar pada saat Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden.


"Kalau mau bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri ketika Gus Dur memerintah. Gus Dur sudah mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden," jelas Rachmawati di kediamannya di Jakarta Selatan pada Senin (13/5). "Dia melakukan apa yang dipilih adalah Bimantoro (Surojo Bimantoro)."

Menanggapi tudingan tersebut, putri Megawati sekaligus keponakan Rachmawati, Puan Maharani, pun buka suara. Puan rupanya memilih untuk memberikan respon yang menyejukkan.

"Tidak usah di bulan Ramadan yang suci ini saling menghujat," ujar Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (14/5). "Saling bicara yang tidak baik dan hawanya tidak positif."

Menurut Puan, tudingan Rachmawati kepada ibundanya merupakan bagian dari dinamika politik Pilpres 2019. Oleh sebab itu, ia berharap agar semua pihak dapat bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Lihat saja tanggal 22 Mei nanti, bagaimana proses demokrasi di Indonesia ini berjalan," terang Puan. "Hasil tersebutlah yang harusnya bisa diterima oleh semua pihak."

Sebelumnya, Rachmawati menyebut Megawati melakukan makar karena tidak mematuhi perintah Gus Dur selaku Presiden saat itu. Megawati disebut melakukan pembangkangan terhadap atasan dengan mengajukan Jenderal Polisi (Purn) Surojo Bimantoro hingga menciptakan konflik di tubuh internal Polri.

"Kemudian dia pecah belah lagi TNI-Polri. Moncongnya yang namanya Jenderal Ryamizard sebagai KSAD. Saya ingat sekali saya ada di Istana sama Gus Dur itu moncongnya sudah diarahkan ke Istana," terang Rachmawati. "Itu yang namanya makar unsurnya masuk, menggunakan kekuatan bersenjata, sedangkan kami ini apa? Selama pengajuan untuk perubahan ketatanegaraan, itu tidak bisa dipidana. Saya melakukan itu, itulah kalau mau bicara tentang Pak Kivlan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...