Dokter yang Usut Kematian Para Petugas KPPS Dipanggil Polisi, Fahri Hamzah Meradang
Nasional

Dokter Ani Hasibuan yang mengusut penyebab kematian para petugas KPPS dipanggil polisi ke Polda Metro Jaya pada Jumat (17/5) mendatang atas dugaan ujaran kebencian.

WowKeren - Dokter yang mengusut penyebab kematian para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yakni dr. Ani Hasibuan, dipanggil Polda Metro Jaya. Dokter tersebut diminta hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. "Ya, benar," ujar Argo di Polda Metro Jaya pada Kamis (16/5).


Panggilan untuk Robiah Khairani Hasibuan atau dikenal dengan nama dr. Ani Hasibuan tertuang dalam surat bernomor S.Pgl/1158/V/RES.2.5./2019/Dit Reskrimsus. Ani diminta hadir di Markas Polda Metro Jaya pada Jumat (17/5) mendatang pukul 10.00 WIB.

Ani tersandung perkara tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hal menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Tuduhan lain yang didapat Ani adalah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangkan bahwa berita atau pemberitahuan tersebut adalah bohong.

Lalu Ani juga dituduh menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap, sedangkan ia mengerti atau setidak-tidaknya dapat menduga bahwa kabar demikian dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Informasi yang disampaikan Ani tersebut dimuat di portal berita thanshnews.com pada 12 Mei 2019.

Surat panggilan Ani sendiri lantas viral beredar di media sosial. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, pun meradang mengetahui hal tersebut. Lewat akun Twitter pribadinya, Fahri menyampaikan kekesalannya.

"Kepada yth: @DivHumas_Polri daripada memeriksa dokter ahli saraf Ani Hasibuan dengan tuduhan ujaran kebencian, mendingan periksa IDI yg sdh bikin pernyataan ini," cuit Fahri pada Kamis (16/5). "Halo pak @jokowi kenapa akademisi dilarang bicara ilmunya? Itu bukan kebencian tauk! Ampun deh.!!"

Fahri Hamzah

Twitter

Diketahui, Ani yang merupakan seorang dokter syaraf mulai ramai diperbincangkan usai menemui Fahri dan menyampaikan hasil penelusurannya terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal. Ani mengaku heran dengan banyaknya jumlah petugas KPPS yang meninggal, bahkan mencapai ratusan.

Meski beredar video Ani melakukan pose 2 jari di media sosial, dokter tersebut mengaku dirinya bersifat independen dalam melakukan penelusuran. Ani mengaku mendapat bantuan dari teman-temannya di Yogyakarta untuk menelusuri penyebab kematian para petugas KPPS tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...