Arsitek Piramida Kaca Museum Louvre Paris Tutup Usia di Umur 102 Tahun
Getty Images/Pascal George
Dunia

Arsitek di balik gerbang utama menuju Museum Louvre, Paris, Prancis ini, Ieoh Ming Pei atau I. M. Pei, telah tutup usia di umur 102 tahun. Pei tutup usia pada Rabu (15/5) malam waktu setempat.

WowKeren - Banyak orang pasti mengenali bangunan megah nan modern berbentuk piramida yang merupakan gerbang utama menuju Museum Louvre, Paris, Prancis. Bentuknya yang unik selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis untuk berfoto di depannya.

Sayangnya, arsitek di balik landmark ikonik ini, Ieoh Ming Pei atau I. M. Pei, telah tutup usia di umur 102 tahun. Pei tutup usia pada Rabu (15/5) malam waktu setempat.


Kabar meninggalnya Pei telah dikonfirmasi oleh firma aristektur miliknya, Pei Cobb Freed & Partners. Putra Pei sendiri juga telah memberikan kabar tersebut pada kritikus arsitektur, Paul Goldberger.

Pei sendiri diketahui merupakan arsitek asing pertama yang bekerja untuk Louvre. Ketika baru pertama kali dibangun, piramida kaca Museum Louvre tersebut menuai banyak kritik di kalangan arsitek, seniman, maupun sejarawan. Pasalnya, desain Pei tersebut dinilai terlalu futuristik dan tidak sesuai dengan Museum Louvre yang kuno. Namun pada akhirnya, piramida kaca yang didesain Pei mampu merebut hati masyarakat Prancis.

Sang arsitek lahir di Canton, Tiongkok, pada 1917. Ia kemudian hijrah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah arsitektur di MIT pada usia 17 tahun.

Pei berhasil lulus dari MIT setelah 5 tahun, yakni pada 1940. Usai lulus dari MIT, ia sukses menyabet beberapa penghargaan, seperti Alpha Rho Chi Medal, MIT Traveling Fellowship, dan AIA Gold Medal.

Selain piramida kaca Museum Louvre, salah satu desain yang memantapkan nama Pei di dunia arsitektur adalah John F. Kennedy Presidential Library & Museum. Istri Presiden John F. Kennedy, Jackie Kennedy, secara personal memilih desain Pei.

"Beberapa orang dapat mengatakan bahwa aku terobsesi pada geometri," ujar Pei dalam sebuah dokumenter di 2009 dilansir CNN pada Jumat (17/5). "Mungkin aku memang terobsesi, tapi itulah yang aku yakini. Aku pikir arsitektur adalah geometri dalam bentuk yang solid."

Pei disebut sebagai orang yang necis, periang, menawan, serta sederhana. Proses bekerjanya evolusioner, namun inovasi bukanlah tujuan utamanya.

"Orisinalitas gaya bukan tujuan saya," jelas Pei. "Saya ingin mencari orisinalitas dalam waktu, tempat, dan masalah."

You can share this post!

Related Posts
Loading...