Jokowi Menang 52%, BPN Prabowo Ungkap Alasan Tak Tanda Tangani Rekapitulasi KPU DKI
Nasional

Aziz beralasan BPN tidak tanda tangani hasil rekapitulasi bukan karena tidak ingin menghargai kerja keras pejuang demokrasi yang jujur. Dia menyebut penolakan itu karena ingin menegakkan demokrasi.

WowKeren - Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas lawannya di wilayah DKI Jakarta berdasarkan rekapitulasi di tingkat provinsi. Hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU DKI Jakarta menunjukkan Jokowi-Ma'ruf meraih 52% atau 3.279.547 suara. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 48% atau 3.066.137 suara.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi rupanya menolak menandatangani hasil rekapitulasi KPU DKI Jakarta. Hal tersebut lantaran ingin menghargai pejuang demokrasi.


Saksi BPN 02, Aziz Subekti mengungkap hal tersebut saat rekapitulasi suara DKI Jakarta di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5). Mulanya, Aziz mengkritik adanya selisih 200 ribu suara ketika dihitung melalui jumlah daftar pemilih khusus (DPK).

"Saya hanya bertanya satu saja, terkait penggunaan DPK terjadi di Jakbar dan Jaksel, dan saya mencoba menjumlah dan mengurangi angka terkait paslon 01 dan 02 ada selisih 213.410 dan itu enggak sesuai dengan total pengguna DPK DKI sebanyak 221.536," ujar Aziz, seperti dikutip dari Detik. "Bisa dijelaskan dan tidak karena saya hanya sampaikan angka."

Aziz beralasan BPN tidak tanda tangani hasil rekapitulasi bukan karena tidak ingin menghargai kerja keras pejuang demokrasi yang jujur. Dia menyebut penolakan itu karena ingin menegakkan demokrasi.

"Dengan kami tidak tandatangani itu, bukan berarti kami enggak hargai," lanjutnya. "Jadi tidak tandatangani hasil ini adalah kita menghargai kepada mereka yang berjuang dalam menegakkan demokrasi."

Namun, Aziz juga mengucapkan terima kasih untuk kerja keras KPUD DKI dan Bawaslu DKI atas kerjanya selama proses Pemilu 2019. "Kepada KPUD dan Bawaslu DKI, kami terima kasih atas dedikasinya sampai dengan petugas TPS untuk menyelenggarakan pemilu adil," ucapnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...