Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Berencana Ledakkan Bom di KPU pada 22 Mei
Nasional

Dedi juga menuturkan, kabar tentang rencana pergerakan massa ke Jakarta 22 Mei mendatang, justru dijadikan momentum bagi para teroris untuk menunjukkan keberadaannya.

WowKeren - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa terduga teroris yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat memiliki target meledakkan bom di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta. Pengeboman tersebut akan dilakukan pada pengumuman hasil Pemilu, 22 Mei mendatang.

"Targetnya ada dua. Target pertama itu 'thogut', kata Dedi, seperti dikutip dari Antara. "Kemudian target kedua pada pada 22 Mei di depan KPU."


Dedi juga menuturkan, kabar tentang rencana pergerakan massa ke Jakarta 22 Mei mendatang, justru dijadikan momentum bagi para teroris untuk menunjukkan keberadaannya. "Momentum itu dimanfaatkan oleh kelompok teroris, untuk memberitahukan bahwa kelompok mereka masih eksis," lanjutnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial E pada Jumat (17/5) kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB. Terduga teroris tersebut diduga termasuk anggota jaringan ISIS.

Berdasarkan hasil penggeledahan di rumah E, polisi mengamankan enam bom pipa siap ledak, serta satu bom panci yang tengah dirakit. "Bahan dasar bom mereka beli secara 'online' (daring) dan di toko kimia," kata Dedi.

Setelah melakukan olah TKP penangkapan, polisi berencana meledakkan bom yang sudah siap ledak di lahan kosong. Selain itu, dari rumah terduga teroris juga ditemukan sejumlah buku, antara lain buku pembuatan bom dan buku doktrin jihadis.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menghimbau agar warga tidak menggelar aksi pada saat hari pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Ia menyampaikan hal tersebut lantaran ada indikasi bahwa kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) akan melakukan aksi teror dengan target kerumunan massa pada tanggal tersebut.

Indikasi tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 29 tersangka teroris yang ditangkap bulan Mei ini. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, tersangka menyebut akan menyerang kerumunan massa yang berkumpul di hari pengumuman penghitungan suara Pemilu 2019.

You can share this post!

Related Posts
Loading...