Soal Ferdinand Hutahaean Ogah Dukung Prabowo Lagi, TKN: Semua Akan Jokowi Pada Waktunya
Instagram/rajaantoni
Nasional

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, mengucapkan selamat kepada Ferdinand Hutahaean lantaran telah 'sadar' atas perbuatan kubu Prabowo.

WowKeren - Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean, diketahui berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menanggapi hal tersebut, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun mengaku paham.

"Wajar bila Ferdinand marah, saya memahami kemarahannya. Sayang Ferdinand baru sadar jahatnya kubu sebelah," tutur Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, pada Senin (20/5). "Pak Jokowi sehari tiga kali mendapat fitnah, celaan, dan hinaan dari dulu di luar ukuran nalar dan nilai kemanusiaan."


Antoni juga mengucapkan selamat kepada Ferdinand karena sudah "sadar". Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini lantas menyebut bahwa semua kubu oposisi akan menjadi pendukung Jokowi pada waktunya.

"Saya ucapkan selamat pada Ferdinand yang sudah sadar," ujar Antoni. "Lebih baik terlambat dari pada tidak sadar-sadar sama sekali. Insyaallah semua akan Jokowi pada waktunya."

Sebelumnya, Ferdinand menyatakan berhenti mendukung Prabowo-Sandi lewat cuitan di akun Twitter pribadinya. Pernyataan tersebut muncul usai Ferdinand mengaku mendapati ejekan untuk istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Ani Yudhoyono.

Diketahui, Ibu Ani menderita sakit darah dan hingga saat ini masih dirawat di Singapura. Ferdinand menyebut ejekan kepada Ibu Ani tersebut dikeluarkan oleh "buzzer setan gundul".

"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL," tulis Ferdinand dalam cuitannya pada Minggu (19/5). "Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI."

Di sisi lain, Partai Demokrat sendiri telah menegaskan bahwa mereka masih berada dalam koalisi 02. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, menuturkan bahwa Koalisi Indonesia Adil Makmur akan berakhir seiring pengumuman hasil Pemilu 2019. "Saat ini saya luruskan, Demokrat tetap bersama 02, sampai nanti tanggal 22 Mei," ujar Hinca, Senin (20/5) dini hari, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

You can share this post!

Related Posts