Hasil Akhir Penyelidikan Ulang Diumumkan, Begini Nasib Kasus Jang Ja Yeon
Selebriti

Komite Urusan Masa Lalu dari Kementerian Kehakiman membuat keputusan apakah kasus mendiang Jang Ja Yeon akan direkomendasikan untuk penyelidikan lebih lanjut.

WowKeren - Kementerian Kehakiman membuat keputusan apakah kasus Jang Ja Yeon akan direkomendasikan untuk penyelidikan lebih lanjut. Komite Urusan Masa Lalu yang menangani penyelidikan ulang kasus kekerasan seksual yang diduga dialami bintang drama "Boys Over Flowers" itu mengumumkannya pada Senin (20/5).

Komite mengadakan pertemuan terakhir mereka di Kompleks Pemerintah Gwacheon pukul 2 malam waktu setempat sebelum mengungkap hasilnya. Keputusan mereka untuk merekomendasikan kasus untuk penyelidikan lebih lanjut didasarkan pada peninjauan laporan setebal 250 halaman yang diserahkan oleh Tim Investigasi Urusan Masa Lalu pada 13 Mei.


Jang Ja Yeon meninggal pada Maret 2009 dan kematiannya dianggap sebagai bunuh diri. Mendiang dikatakan telah meninggalkan dokumen terakhir yang mengungkapkan bahwa dia telah dipaksa untuk melayani tokoh-tokoh kuat di industri bisnis dan media. Selama penyelidikan setelah kematiannya, polisi menyatakan tidak bersalah sekitar 10 nama yang dituduh melakukan pelecehan seksual yang disebutkan dalam daftar sang aktris. Kasus ini berakhir dengan hanya CEO dan manajer agensinya yang dituduh melakukan penyerangan dan pencemaran nama baik. Pada April 2018, hampir 10 tahun setelah kematiannya, Tim Investigasi Urusan Masa Lalu memulai investigasi ulang selama 13 bulan.

Tim investigasi menyusun laporan berisi sekitar 12 masalah, termasuk apakah dokumen yang dikatakan sebagai "Daftar Jang Ja Yeon" benar-benar ada atau tidak, apakah penyelidikan polisi pada saat itu belum lengkap dan apakah Chosun Ilbo telah mempengaruhi penyelidikan. Chosun Ilbo adalah surat kabar besar di mana salah satu mantan wartawannya didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap Jang Ja Yeon. Interogasi juga telah dilakukan pada mantan CEO TV Chosun dan pamannya.

Tim investigasi juga menyimpulkan bahwa sulit untuk menemukan rincian khusus tentang terduga pelaku kekerasan seksual karena korban telah meninggal 10 tahun yang lalu. Kurangnya bukti dan undang-undang pembatasan menjadi hambatan serius dalam kasus ini.

Tim investigasi secara internal memisahkan dua masalah dalam laporan mereka. Pertama, apakah Jang Ja Yeon telah mengalami pelecehan seksual di bawah pengaruh narkoba. Kedua, apakah ada daftar nama pria yang ditulis tangan yang dikenal sebagai "Daftar Jang Ja Yeon". Sehubungan dengan dua masalah ini, laporan mereka kepada komite sementara tidak dapat mencapai kesimpulan bulat.

Setelah mengadakan pertemuan pada 20 Mei, Komite Urusan Masa Lalu dari Kementerian Kehakiman merekomendasikan agar jaksa menyelidiki kembali mantan CEO agensi Jang Ja Yeon, Kim Jong Seung, atas kecurigaan bahwa ia memberikan kesaksian palsu.

Komite juga memutuskan bahwa Chosun Ilbo telah menekan penyelidikan pertama yang terjadi setelah kematian Jang Ja Yeon. Mereka membenarkan bahwa pada 2009, Bang Yong Hoon, presiden hotel Koreana, dan Bang Jung Oh, CEO TV Chosun pada saat itu, serta para pemimpin Chosun Ilbo lainnya telah diselidiki asal-asalan oleh polisi setelah media tersebut menekan atasan departemen kepolisian.

Namun Komite Urusan Masa Lalu tidak merekomendasikan penyelidikan ulang terhadap tuduhan kekerasan seksual. "Meskipun dokumen yang ditinggalkan Jang Ja Yeon memiliki kredibilitas, tidak semua isinya memenuhi persyaratan untuk dianggap sebagai tindak kriminal," jelas komite.

Komite juga menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengkonfirmasi keberadaan "Daftar Jang Ja Heon" yang dilaporkan berisi nama-nama orang yang memaksanya berhubungan seksual. "Meskipun kesaksian Yoon Ji Oh bertentangan, semua saksi lain yang telah melihat dokumen yang ditinggalkan Jang Ja Yeon mengatakan bahwa tidak ada daftar nama. Sulit untuk memastikan kebenaran dalam hal ini," ungkap mereka.

You can share this post!

Related Posts
Loading...