Demokrat Percaya Hasil Pemilu KPU, Pastikan Kadernya Tak Ada yang Ikut Aksi Turun ke Jalan
Instagram/sjarifuddin.hasan
Nasional

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, memastikan kadernya tak ada yang ikut aksi turun ke jalan pada 22 Mei lantaran pihaknya mempercayai hasil penghitungan suara KPU.

WowKeren - Demokrat diketahui menjadi satu-satunya partai dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang meneken dokumen hasil rekapitulasi suara KPU. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, lantas memastikan kadernya tak ada yang ikut aksi turun ke jalan pada 22 Mei mendatang lantaran pihaknya mempercayai hasil penghitungan suara KPU.

"Saya pikir kader Demokrat tidak ada yang turun ke jalan," ujar Syarief dilansir Okezone pada Selasa (21/5). "Karena bukan begitu cara berdemokrasi bagi partai kami."


Syarief pun mengakui bahwa kegiatan demonstrasi atau unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat memang diperbolehkan oleh Undang-Undang. Meski demikian, Syarief menilai bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tugas utama setiap warga negara.

"Saya pikir kita harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dulu," tutur Syarief. "Demokrasi ini hanya merupakan alat untuk menuju kesejahteraan rakyat."

Tak hanya itu, Syarief juga menyampaikan bahwa apabila ada ketidakpuasan atas Pemilu 2019, maka sebaiknya dicari solusi terbaik agar kekurangan tersebut tak terjadi kembali. "Tapi kita jangan korbankan kepentingan rakyat hanya karena sesuatu yang dianggap kurang sempurna," jelas Syarief.

Sebelumnya, KPU telah mengumumkan bahwa paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, merupakan pemenang Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf sukses mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan suara sebesar 55,5 persen.

Namun, saksi-saksi dari partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Berkarya, menolak menandatangani dokumen hasil rekapitulasi suara KPU kecuali Partai Demokrat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan tetap akan melawan ketidakadilan dan kebohongan terkait Pilpres 2019.

”Bahwa kami, saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto, sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil Pilpres yang telah diumumkan,” tegas saksi BPN Prabowo-Sandi, Azis Subekti, dalam rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil suara di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) dini hari. "Penolakan ini sebagai monumen moral bahwa kami tidak menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan. Untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi."

You can share this post!

Related Posts