Buntut Bukber Dengan Miras, OPPO Dipolisikan Terkait Penistaan Agama Meski Sudah Minta Maaf
Instagram
Nasional

Meski sudah meminta maaf, hal itu tak serta merta menghapus kesalahan OPPO yang mengikutsertakan minuman keras dalam acara buka bersama, yang mana hal itu dianggap menodai agama Islam.

WowKeren - Perusahaan gadget asal Tiongkok, OPPO, harus menelan pil pahit lantaran dilaporkan ke polisi. Adalah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang yang melaporkan OPPO atas dugaan kasus penistaan agama.

Pelaporan tersebut dilakukan untuk mewakili keresahan masyarakat terkait video viral yang belum lama ini beredar. Dalam video yang menampilkan momen buka bersama tersebut, nampak minuman keras atau bir digunakan sebagai sandingan.


"Kami mendapat laporan dari masyarakat tentang viralnya video itu," kata Koordinator LIRA Malang Raya HM Zuhdy dilansir dari Berita Jatim pada Selasa (21/5). "Jelas dalam gambar itu ada minuman keras. Kami kaji ini ada unsur pidana sehingga kami laporkan ke polisi."

Apa yang dilakukan oleh pihak OPPO tersebut dinilai menodai bulan suci Ramadan sesuai kepercayaan umat Islam. Tak heran jika video tersebut membuat masyarakat resah. Oleh sebab itu, LIRA melaporkan OPPO ke polisi karena dianggap telah menistakan agama.

"Kami laporkan sebagai penistaan agama," ujar Zuhdy. "Kami sebagai umat Islam melihat itu sebagai penodaan agama. Kami laporkan ini ke polisi karena ini pengaduan masyarakat."

Sebelumnya, OPPO juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan video tersebut. Meski demikian, hal itu tak serta merta menghapus kesalahan OPPO yang dianggap telah menodai agama Islam.

"Pertemuan pihak Oppo itu sah-sah saja meminta maaf. Tetapi hal itu tidak dapat menghapus dugaan kesalahan yang dilakukan," tegas Zuhdy. "Ini membuat warga kecewa, bahkan memicu kebencian. Bukber ada miras, itu sudah jelas penodaan."

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji telah melayangkan surat pemanggilan untuk OPPO. Sutiaji ingin mendapatkan klarifikasi secara langsung dari pihak manajemen terkait video yang viral tersebut.

"Saya sudah lihat videonya. Di situ kami mendengar ada yang mengucapkan bahwa sudah waktunya berbuka dan di meja terdapat air mineral dan bir," kata Sutiaji di Balai Kota Malang, Selasa (21/5). "Bisa jadi itu dari penyelenggaranya bukan peserta sendiri-sendiri."

You can share this post!

Related Posts
Loading...