Ma'ruf Amin Nilai Indonesia Negara Damai, Berpesan Tak Boleh Pakai Ayat Perang
Instagram/khmarufamin_
Nasional

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf kala menjadi pembicara di acara 'Peringatan Nuzulul Quran dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa' di kantor PBNU pada Kamis (23/5).

WowKeren - Cawapres Ma'ruf Amin angkat bicara soal penyampaian materi keagamaan. Menurut Ma'ruf, ayat-ayat Alquran yang turun pada masa perang tak bisa digunakan pada masa damai untuk menimbulkan kegaduhan.

"Indonesia negara damai. Maka tidak boleh menggunakan ayat-ayat perang," ungkap Ma'ruf di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, pada Kamis (23/5). "Ini juga perlu diluruskan. Jadi sebenarnya memahami."


Hal tersebut disampaikan Ma'ruf kala menjadi pembicara di acara "Peringatan Nuzulul Quran dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa". Ia menjelaskan bahwa penyampaian ayat-ayat suci Alquran harus memperhatikan konteks dan tak boleh sembarangan.

Ma'ruf khawatir apabila ayat perang digunakan pada masa damai, maka akan timbul kesalahpahaman dan kegaduhan dalam masyarakat. "Gaduh. Maka terjadilah terorisme dan sebagainya," ungkap Ma'ruf.

Meski demikian, Ma'ruf membenarkan bahwa pasti ada perbedaan dalam menafsirkan ayat-ayat suci Alquran. Namun, perbedaan tersebut bukan alasan untuk memunculkan intoleransi dan kegaduhan. "Jadi bukan soal Alquran-nya, bukan soal tafsirnya, tapi yang menimbulkan kegaduhan itu sikap di dalam menyikapi perbedaan," jelas Ma'ruf.

Tak hanya itu, Ma'ruf juga mengingatkan bahwa persaingan dalam pemilihan presiden (Pilpres) bukanlah sebuah perang. Sehingga ia merasa tak perlu mengaitkan situasi perang di zaman Nabi Muhammad dengan situasi Pilpres kini.

"Jadi memahami ayat Alquran dengan segala konteksnya itu menjadi penting karena ini bisa terjadi kerukunan, bisa terjadinya kegaduhan, bisa terjadinya konflik," terang Ma'ruf. "Mengembalikan semua pada pemaknaan yang benar harus kita bangun kembali cara berpikirnya."

Terkait dengan Pilpres, Ma'ruf juga mengaku bahwa pihaknya masih terus mengusahakan pertemuan dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ma'ruf mengaku sudah ada negosiasi terkait pertemuan tersebut.

"Sudah ada, sudah ada. Negosiasi sudah ada. Itu kan sudah Pak Jokowi, sudah," tutur Ma'ruf seusai acara. "Ya kita siap memang bertemu. Tentu lagi diolah, dicari kapan waktu yang tepat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...