Andalkan Peta Digital, Wisatawan Ini Malah Tersesat di Tengah Kebun Teh Hingga Harus Dievakuasi
SerbaSerbi

Berangkat dari peristiwa itu, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu mengandalkan petunjuk pada aplikasi peta digital karena terkadang memang 'menyesatkan'.

WowKeren - Di zaman yang serba canggih ini, hampir segala informasi bisa didapatkan dengan mudah secara praktis. Termasuk informasi penunjuk jalan yang bisa diperoleh melalui peta digital. Tak sedikit orang yang memanfaatkan peta digital sebagai penunjuk jalan ketika bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi.

Sayangnya, tak selamanya berpedoman pada peta digital membuahkan hasil yang manis. Novian, seorang wisatawan asal Tangerang harus menelan pil pahit lantaran penujuk jalan yang ada di peta digital justru membuatnya tersesat ke tengah kebun teh yang ada di kaki Gunung Papandayan.


Dari Tangerang, Novian ingin berkunjung ke Kawah Papandayan Garut dengan melewati rute Pangalengan-Neglawangi. Novian mengandalkan aplikasi peta digital untuk membawanya ke tempat tujuan tersebut.

"Untuk mencari arah, dirinya menggunakan aplikasi peta," kata Kapolsek Kertasari Ipda Yoni Agustina, Selasa (11/6). "Bukannya sampai ke tujuan, ia malah tersesat ke jalan perkebunan teh atau hutan."

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami oleh Novian. Tak hanya tersesat di tengah hutan, medan jalan tanah dan bebatuan yang sempit dan tak memungkinkan dilewati membuat ia dan keluarganya sulit untuk keluar dari area tersebut. Belum selesai, mobilnya juga mengalami slip.

Beruntung, sinyal masih terjangkau di wilayah tersebut sehingga Novian dengan segera meminta pertolongan dengan menghubungi nomor call center Basarnas. Basarnas segera meneruskan laporan tersebut ke Polsek Kertasari yang kemudian menerjunkan 3 personelnya untuk menolong Novian.

"Laporan itu diterima pada jam 21.00 WIB yang di terima Brigadir Falah," jelas Yoni. "Tepatnya pukul 01.15 WIB akhirnya (wisatawan itu) dapat ditemukan."

Berangkat dari peristiwa ini, Yoni mengimbau masyarakat agar tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi ponsel dalam menempuh perjalanan. Sebab melalui aplikasi peta digital, tidak bisa diketahui bagaimana kondisi medan jalan yang akan dilalui. Oleh sebab itu, lebih baik menanyakan petunjuk jalan pada pihak polisi.

"Jangan terlalu percaya sepenuhnya pada aplikasi ponsel," imbau Yoni. "Wilayah Kertasari yang bergunung-gunung sering menyebabkan aplikasi ponsel yang menggunakan sinyal seluler, sering terganggu. Jika ragu, lebih baik tanyakan langsung ke kantor polisi atau warga terdekat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...