Sri Mulyani Ungkap 4 Tantangan Terbesar Indonesia Untuk Jadi Negara Maju
Instagram/smindrawati
Nasional

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menggelar rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Salah satunya terkait persoalan infrastruktur.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan sejumlah tantangan yang harus dihadapi Indonesia untuk bisa menjadi negara maju ke depannya. Secara garis besar, ada empat tantangan utama yang menanti negeri ini ke depannya.

Yang pertama adalah kendala struktural dalam sektor produksi. Pemerintah dalam hal ini harus mampu mewujudkan keseimbangan antara nilai impor dan ekspor. Sektor-sektor produksi harus mampu menjawab permintaan pasar.


"Kita perlu bagaimana sisi supply side-nya," kata Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa (11/6). "Harus mampu atasi masalah struktural bagi munculnya sektor-sektor produksi dalam merespons kenaikan dari sisi demand."

Selanjutnya adalah persoalan demografi. Sebagai negara yang padat penduduknya, masalah yang kerap dialami Indonesia masih berkaitan dengan tren urbanisasi.

"Ciri khas kita pertama populasi mayoritas masih muda namun tren aging sudah tunjukkan arah yang jelas," jelas Sri. "Risikonya penduduk RI mayoritas akan tua namun kita belum menjadi kaya. Tren urbanisasi juga tingkatkan tekanan fasilitas dan infrastruktur."

Tantangan ketiga masih berkaitan dengan masalah infrastruktur. Selama ini, proses pembangunan infrastruktur masih cenderung terkonsentrasi di Pulau Jawa. Akibatnya, pembangunan belum bisa dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

Terakhir adalah masalah pendapatan per kapita. Sri menekankan agar Indonesia tak mudah tergiur dengan middle income trap. Sebab, tak ada jaminan jika sudah naik ke level middle income maka akan serta merta meningkat ke high income. Untuk itu, Indonesia perlu berhati-hati.

"Keempat hindari middle income trap. Seluruh dunia banyak negara berhasil naik dari low jadi middle income. Begitu masuk middle tidak ada guarantee untuk jadi high income," tegas Sri. "Hanya kurang 20 negara naik ke high income. Ini tantangan serius bagaimana tetap jaga momentum kenaikan tingkat per kapita sehingga mereka bisa naik."

You can share this post!

Related Posts
Loading...