Penjaga Pantai Hampir Tewas Tersangkut Karang Demi Selamatkan Wisatawan yang Tersapu Ombak
Nasional

Upaya penyelamatan menjadi lebih sulit mengingat lokasi wisatawan terseret ombak berada di kawasan yang terdapat batu karang di mana arus di bawahnya sangat kencang.

WowKeren - Pantai memang menjadi destinasi wisata yang cukup populer untuk menikmati keindahan alam milik Sang Pencipta. Namun, pengunjung juga harus berhati-hati dengan ombak yang mendekat. Karena jika tidak, ombak yang cukup besar bukan tidak mungkin akan bisa menyeret seseorang hingga ke tengah laut.

Untuk itulah peran penjaga pantai diperlukan. Aksi heroik kembali dilakukan oleh penjaga pantai yang menyelamatkan wisatawan. Adalah Muksin, penjaga pantai Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Sukabumi, Jawa Barat yang nyaris tewas karena menyelamatkan seorang wisatawan.


Pria berusia 20 tahun tersebut pada mulanya mendengar teriakan minta tolong dari wisatawan yang berenang di sekitar Pantai Karanghawu II, Cisolok, Sukabumi. Ternyata seorang pengunjung terseret arus hingga ke tengah perairan.

Sayangnya, tidak mudah untuk menyelamatkan wisatawan tersebut. Sebab area itu berdekatan dengan karang-karang besar sehingga para penjaga pantai harus berjuang ekstra untuk bisa menyelamatkan wisatawan tersebut.

Setelah sekian lama, akhirnya Muksin bisa menyelamatkan pengunjung itu dan menyerahkannya ke rekan. Sayangnya, justru Muksin yang nyawanya terancam. Pasalnya, dirinya tersangkut karang, ditambah lagi arus bawah karang yang sangat kencang. Setelah sekitar setengah jam, Muksin akhirnya berhasil diselamatkan.

"Kondisi arus atau ombak di bawah karang deras," kata Kepala Operasional dan SDM Balawista Kabupaten Sukabumi Asep Edom dilansir dari Detik, Selasa (11/6). "Selama 30 menit itu anggota kita tersangkut dan timbul tenggelam. Proses penyelamatan Muksin terus dilakukan sampai akhirnya dia berhasil kita bawa ke tepian."

Lama timbul tenggelam terombang-ambing ombak, Muksin tak sadarkan diri saat diselamatkan. Para rekan pun membawa Muksin ke rumah sakit untuk mendapat perawat medis. Asep menyayangkan meskipun sudah banyak kasus wisatawan terseret ombak, namun masih banyak pengunjung yang bandel mengabaikan peringatan bahaya tersebut.

"Kondisi anggota kita sudah membaik, sudah siuman dan tinggal pemulihan kondisi. Penyelamatan seperti ini sudah menjadi bagian dari risiko kami," kata Asep. "Kondisi karang berbeda dengan penyelamatan di arus ombak biasa. Isapan karang bisa membuat kami bertaruh nyawa, di sisi lain pengunjung masih mengabaikan peringatan dari kami."

You can share this post!

Related Posts
Loading...