Elite Demokrat Andi Arief Sindir BPN yang Baru Permasalahkan Status Ma'ruf Amin di Bank
Nasional

Wasekjen Partai Demokrat tersebut menyinggung soal serangan terhadap Ani Yudhoyono yang dituding pura-pura sakit agar Susilo Bambang Yudhoyono tidak ikut mengampanyekan Prabowo-Sandi.

WowKeren - Andi Arief mempersoalkan pokok permohonan yang diajukan tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi. Seperti diketahui, BPN mempertanyakan Ma'ruf Amin yang masih berstatus Ketua Dewan Pengawas BNI Syariah tetapi tetap menjadi calon wakil presiden.

BPN kukuh menganggap bahwa BNI Syariah dan Bang Syariah Mandiri merupakan BUMN. Dengan anggapan tersebut, mereka menilai posisi Ma'ruf di dua bank syariah tersebut melanggar UU Pemilu.


Wasekjen Partai Demokrat tersebut menyinggung soal serangan terhadap Ani Yudhoyono yang dituding pura-pura sakit agar Susilo Bambang Yudhoyono tidak ikut mengampanyekan Prabowo-Sandi. Selain itu, ia juga membahas kembali Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dicap penghianat lantaran bertemu Presiden Joko Widodo usai Pilpres 2019.

"Sebetulnya mengapa bangsa ini harus terbelah, harus ada kampanye, mengapa harus ada kerusuhan dan upaya pembunuhan mencurigai Ibu Ani sakit sebagai pura-pura, harus memaki AHY sebagai penghianat, kalau pada akhirnya di ujung pertarungan hanya mempermasalahkan status BUMN," tulis Andi dalam akun Twitter miliknya.

Elite Demokrat Andi Arief Sindir BPN yang Baru Permasalahkan Status Ma\'ruf Amin di Bank

Twitter/AndiArief_

Menurut Andi, dinamika yang terjadi menjadi hampa saat BPN malah mempersoalkan status Ma'ruf Amin sebagai Dewan Pengawas BNI Syariah. Seharusnya, mereka membeberkan bukti konkret soal kemenangan 02 seperti yang pernah diklaim sebelumnya.

"Sejarah politik Indonesia sangat tidak baik dibaca anak cucu, ketika pertarungan politik terbesar dalam pemilu saat ini hanya berisi dagelan dengan alasan yang selalu berubah," lanjutnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...