Polda Kalteng Sebut 34 Terduga Teroris Mampu Rakit Bom Daya Ledak Tinggi
Nasional

Para terduga teroris ini diketahui sudah enam bulan di Kalimantan Tengah untuk berlatih. Mereka disebut siap bergerak ke Ibu Kota apabila menerima instruksi.

WowKeren - Densus 88 Antiteror berhasil menangkap enam pelaku teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia dalam kurun waktu dua hari, Senin (10/6) dan Selasa (11/6). Empat pelaku diciduk di Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan dua lainnya di Kalimantan Tengah.

Tertangkapnya keenam pelaku ini membuat polisi terus mengembangkan penyelidikan. Termutakhir, Densus 88 Antiteror dan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menangkap puluhan pelaku lainnya di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas. Tercatat total 34 orang yang sudah diamankan pihak kepolisian, termasuk laki-laki dewasa, perempuan dewasa, dan anak-anak.


Dari ke-34 pelaku, dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah A dan T, warga Jalan Pinus Permai III Palangka Raya. Sementara pelaku-pelaku lainnya masih dalam pemeriksaan intensif petugas.

"Sebenarnya keberadaan kelompok tersebut di Kalteng difasilitasi salah satu warga Palangka Raya bernama Ansyari sejak awal 2019," ungkap Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Kamis (13/6).

Kelompok ini, ujar Hendra, merupakan salah satu jaringan teroris yang sangat berbahaya. Pasalnya seluruh anggotanya disebut mampu merakit bom berdaya ledak tinggi.

Hendra menjelaskan bahwa polisi di Kalteng bukanlah target aksi amaliah mereka, melainkan aparat kepolisian di DKI Jakarta. Terduga teroris itu diketahui sudah setengah tahun menetap di Kalteng untuk berlatih sembari menunggu instruksi untuk bergerak ke Ibu Kota.

"Kemudian mereka mengincar polisi yang berada di Jakarta, bukan di Kalteng," tutur Hendra, dilansir dari laman Antara, Kamis (13/6). "Selama enam bulan mereka sudah berada di Kalteng untuk berlatih serta mengumpulkan kekuatan. Kemudian akan bergerak ketika menerima instruksi pergi ke Jakarta."

Mantan Kapolres Palangka Raya ini juga menambahkan, kelompok ini berencana ingin menunggangi sebuah aksi di Jakarta. Kelompok ini pun diduga terlibat dalam berbagai kerusuhan maupun aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Sebelumnya diberitakan bahwa Densus 88 Antiteror bekerjasma dengan kepolisian setempat berhasil meringkus sejumlah terduga teroris. Operasi penangkapan ini berdasarkan pengembangan perkara setelah pimpinan kelompok bernama Abu Hamzah tertangkap di Aceh pada 13 Desember 2018. Ketika Abu Hamzah ditangkap, beberapa teroris disebut berhasil melarikan diri ke sejumlah lokasi seperti Bekasi, DKI Jakarta, dan Kalimantan Tengah.

You can share this post!

Related Posts
Loading...