Survei Kompas Sebut 53,5% Pendukung Prabowo-Sandi Terima Hasil Pemilu, BPN Tak Percaya
Nasional

Survei tersebut dipublikasikan pada Senin (17/6) berdasarkan pengumpulan pendapat yang dilakukan via telepon kepada 536 responden yang dipilih acak pada 27-28 Mei 2019.

WowKeren - Litbang Kompas mempublikasikan jajak pendapat terhadap hasil Pemilu berdasarkan Capres-Cawapres pilihan. Hasilnya, lebih dari 50% pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menerima hasil Pemilu 2019 meskipun paslon 02 dinyatakan kalah.

Survei tersebut dipublikasikan pada Senin (17/6) berdasarkan pengumpulan pendapat yang dilakukan via telepon pada 27-28 Mei 2019. Sebanyak 536 responden dipilih secara acak bertingkat di 17 kota besar di Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95% dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,2%.


Hasilnya menunjukkan sebanyak 96,4% pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin menerima hasil Pemilu siapa pun yang menang. Sedangkan pemilih Prabowo-Sandi yang menerima hasil Pemilu siapa pun yang menang ada sebanyak 53,5%.

Menanggapi jajak pendapat tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun buka suara. Menurut juru bicara BPN, Suhendra Ratu Prawiranegara, hal tersebut tidaklah mungkin karena Prabowo-Sandi sendiri sudah menolak hasil Pemilu sejak awal.

"Bagaimana mungkin hasil surveinya seperti ini di berbagai lembaga survei?" tutur Suhendra pada Senin (17/6). "Sedangkan Prabowo-Sandi saja sejak awal menolak hasil Pilpres yang diumumkan oleh KPU karena terdapat banyak sekali kecurangan?"

Selain itu, Suhendra juga heran mengapa Litbang Kompas melakukan jajak pendapat. Menurutnya, survei tersebut seolah menggiring opini publik.

"Yang menjadi pertanyaan mengapa lembaga survei melakukan survei seolah-olah menggiring opini bahwa pemilu telah usai?" ungkap Suhendra. "Padahal saat ini sedang ada proses gugatan di MK RI tentang perselisihan Pemilu."

Suhendra pun menegaskan bahwa pihaknya tetap optimis Prabowo-Sandi akan memenangi gugatan Pilpres di MK. Pasalnya, bukti-bukti kecurangan dalam Pilpres 2019 sudah ada begitu banyak.

"Toh kecurangan-kecurangan pemilu secara kualitatif dan kuantitatif telah disampaikan para kuasa hukum Prabowo Sandi dalam sidang pendahuluan MK," jelas Suhendra. "Secara terbuka kecurangan-kecurangan pemilu tersebut juga sudah diketahui oleh publik."

Di sisi lain, juru debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Daulay, menilai pertanyaan dalam survei Kompas tersebut tumpang tindih. "Sebab, pertanyaan tentang menerima atau tidak menerima hasil pemilu didasarkan atas prevalensi pilihan mereka dalam pemilu. Kalau itu dasarnya, tentulah jawabannya sejalan dengan pilihan dia di pilpres. Kalau yang dukung 01, tentu mengatakan akan menerima. Dan yang mendukung 02, kelihatannya lebih besar menolak," terang Saleh.

You can share this post!

Related Posts
Loading...