Terancam 10 Tahun Bui, Pembuat Hoaks 'Server KPU Disetting Menangkan Jokowi' Rupanya Dosen IT
Nasional

Menurut polisi, motif pembuat hoaks tersebut adalah agar dirinya dianggap hebat. Pasalnya, pria berinisial WN itu ingin ditarik menjadi salah satu anggota tim IT paslon Prabowo-Sandiaga.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, beredar kabar bohong alias hoaks yang menyebut bahwa server milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah disetting untuk memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pembuat hoaks tersebut pun telah berhasil ditangkap oleh polisi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (11/6) malam.

Pria berinisial WN tersebut dijerat dengan pasal berlapis dan terancam pidana penjara maksimal 10 tahun. "Dengan ancaman hukuman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun dengan denda paling banyak Rp 750 juta," ungkap Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo, di Mabes Polri pada Senin (17/6).


WN sendiri rupanya merupakan seorang akademisi. Pria berusia 54 tahun tersebut adalah seorang dosen ilmu IT di 2 Perguruan Tinggi di Solo, Jawa Tengah.

"Dia juga latar belakang sebelumnya dosen bidang IT di dua universitas di Solo," jelas Rickynaldo. "Memang kemampuannya memberikan pelajaran, di bidang IT sudah ada pengakuannya, dia seorang magister ilmu komputer."

Sejak KPU melaporkan hoaks tersebut ke Bareskrim Polri pada bulan April 2019 lalu, WN sudah masuk dalam daftar buronan kepolisian. Namun pria tersebut rupanya berpindah-pindah tempat antara Jakarta dan Solo.

"Selama menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang), dia berputar-putar di Jakarta, lalu ke Solo," terang Rickynaldo. "Dan sejak 28 April 2019, yang bersangkutan itu kembali ke Solo karena dia memang rumahnya di Solo."

Menurut Rickynaldo, motif WN membuat hoaks tersebut adalah agar dirinya dianggap hebat. Pasalnya, ia ingin ditarik menjadi salah satu anggota tim IT paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"(Motif) mendapat pengakuan kredibilitasnya," ujar Rickynaldo. "Ingin memperoleh pengakuan oleh tim (paslon capres) 02 dan dijadikan bagian dari pemenangan."

Kini, WN menyampaikan permintaan maafnya kepada KPU dan pemerintah. "Saya minta maaf ke KPU dan ke pemerintahan yang sekarang, maaf," ujar WN.

You can share this post!

Related Posts
Loading...