Tanggapi Desakan Mundur, Menteri Yasonna Laoly Salahkan Setya Novanto yang Cari Celah Prosedur
Nasional

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengaku akan mengevaluasi penempatan napi korupsi di Lapas Sukamiskin. Ia menyatakan bahwa napi korupsi seharusnya dapat ditempatkan di seluruh lapas yang ada di Indonesia.

WowKeren - Menteri Hukum dan HAM (Menhukam), Yasonna Laoly, didesak untuk mengundurkan diri terkait kasus pelesiran narapidana korupsi Setya Novanto. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan bahwa Yasonna wajib bertanggung jawab atas kasus pelesiran Setnov tersebut.

Menanggapi desakan tersebut, Yasonna pun buka suara. Ia tak ambil pusing dan mempersilakan siapa pun untuk memintanya mundur.


Namun, ia menyebut bahwa Setnov lah yang mengakali peraturan dengan terus mencoba mencari celah. Padahal pihaknya sudah memiliki prosedur tetap (protap) soal pengawasan terhadap mantan Ketua DPR RI tersebut.

"Boleh aja siapa aja boleh melakukan itu (mendorong mundur menteri)," jelas Yasonna. " Itu kan ini memang beliau (Setnov) kan mencoba mencari celah, padahal protap sudah ada."

Yasonna pun menjelaskan bahwa Setnov sempat mengelabui petugas pengawasan sebelum pelesiran keluar rumah sakit. "Dia suruh bayar bill di bawah dan ketika ditanya (oleh petugas) 'bapak kemana', 'ke bawah, ya udah kamu tunggu aja nanti saya balik', eh ternyata tidak balik," ujar Yasonna menirukan dialog petugas pengawas Setnov.

Ia mengaku petugas pengawas Setnov kala itu langsung melaporkan kejadian tersebut pada petugas Lapas Sukamiskin lainnya. Keberadaannya baru terlacak usai foto Setnov di toko bangunan mewah beredar di media sosial.

"Langsung koordinasi kalapas, lapor ke Kakanwil (Kemenkumham)," jelas Yasonna. "Kakanwil mencoba melacak, kemudian sudah ada media gambar beliau, diambil tindakan oleh Kakanwil."

Meski demikian, ia mengakui bahwa ada kelalaian dari petugas Lapas Sukamiskin. "Memang ada kelalaian di petugas saya, mengapa diizinkan dia (Setnov) tanpa pengawasan sampai ke bayar bill. Ini kan ada itikad (untuk cari celah). Oh, beliau (Setnov) ini kan pejabat, seharusnya kasian anak-anak (petugas lapas) ini kan jadi korban dia," terang Yasonna.

Sang Menteri pun akan mengevaluasi penempatan napi korupsi di Lapas Sukamiskin. Ia menyatakan bahwa napi korupsi seharusnya dapat ditempatkan di seluruh lapas yang ada di Indonesia.

"Seharusnya itu kan saya udah pernah tawarkan peristiwa yang lalu kita pikirkan kita kejar lagi," tutur Yasonna. "Saya pikir ini menjadi penting untuk evaluasi kembali. Penempatan di semua tempat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...