Buntut Setnov Pelesiran, KPK Ingin Napi Korupsi Dipindah ke Nusakambangan
Nasional

Wacana pemindahan napi korupsi ke Lapas Nusakambangan sebelumnya juga pernah digulirkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dalam sebuah diskusi pada 30 April 2019 lalu.

WowKeren - Narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto kembali membuat geger masyarakat Indonesia. Pasalnya, mantan Ketua DPR RI ini kedapatan pelesiran ke toko bangunan mewah di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ketika seharusnya sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Atas peristiwa tersebut, kredibilitas Kementerian Hukum dan HAM pun dipertanyakan. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mengambil langkah tegas dengan mengusulkan untuk memindahkan napi-napi korupsi ke Lapas Nusakambangan.


"Di bulan Juni 2019 ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan, di antaranya pertama, usulan nama narapidana korupsi yang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada Senin (17/6). "Untuk usulan napi korupsi yang akan dipindahkan ke Nusakambangan dan pembahasan lebih lanjut KPK dan Ditjen PAS semoga dapat segera direalisasikan."

Namun usulan ini rupanya ditolak oleh Menkumham Yasonna Laoly. Yasonna menilai napi korupsi tidak termasuk dalam kategori napi yang bisa ditempatkan di lapas high risk sebagaimana penghuni Lapas Nusakambangan lainnya.

"Saya mengatakan begini, di Nusakambangan itu kita menempatkan memang lapas-lapas (napi-napi) yang high risk, lapas super maximum security," jelas Yasonna ketika ditemui di Graha Pengayoman, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/6). "Napi koruptor bukan kategori high risk yang memerlukan super maximum security."

Yasonna mengatakan napi yang ditempatkan di Nusakambangan adalah napi yang sedang menjalani hukuman pidana mati atau seumur hidup karena kejahatan narkoba hingga terorisme. "Karena yang di sana pidana mati, seumur hidup yang karena kejahatan pembunuhan, narkoba, terorisme," tuturnya.

Yasonna pun menuturkan pihaknya baru saja menyelesaikan pembangunan Lapas dengan keamanan tinggi di daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam lapas yang rencananya berkapasitas seribu napi tersebut, ujar Yasonna, sudah dibangun pula lorong bawah tanah untuk eksekusi mati napi.

"Saat ini sudah selesai dua tahap membangun seribu kapasitas untuk lapas super maximum security di Karanganyar," ujar politikus PDI Perjuangan itu. "Nanti siapa mau saya akan kunjungan ke sana. Ada lorong bawah tanah untuk eksekusi mati."

You can share this post!

Related Posts
Loading...