Pengelola Kebun Binatang Surabaya Bantah Keras Video Viral Keeper Pukuli Orangutan
Twitter/usaidindonesia
Nasional

Pihak Pengelola Kebun Binatang Surabaya membenarkan jika video tersebut direkam di KBS namun membantah jika terjadi aksi pemukulan terhadap orang utan oleh salah seorang keeper.

WowKeren - Sebuah video viral kembali menghebohkan jagat maya. Kali ini warganet, khususnya di Surabaya, digegerkan dengan video yang diduga memperlihatkan aksi pemukulan orang utan di Kebun Binatang Surabaya oleh salah seorang keeper.

Terkait hal ini, Humas PDTS Kebun Binatang Surabaya (KBS) Wini Hustiani membenarkan jika video tersebut memang direkam di KBS. Namun, ia membantah keras jika terjadi aksi pemukulan terhadap satwa tersebut.


"Benar video yang beredar itu di Kebun Binatang Surabaya," kata Wini dilansir dari Detik, Selasa (25/6). "Namun tidak ada pemukulan terhadap satwa."

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (23/6) sore. Kala itu, keeper sedang berupaya memasukkan orang utan ke kandangnya. Wini menjamin bahwa kondisi kedua orangutan, Damai dan Rizky, masih baik-baik saja tidak mengalami luka sehingga dugaan pemukulan tersebut sama sekali tidak benar."Bisa disaksikan Damai dan Rizky tetap sehat. Mulai dari kemarin hingga hari ini tetap sehat dan baik," lanjut Wini.

Ia menegaskan bahwa keeper tidak melakukan pemukulan terhadap satwa langka tersebut. Namun, keeper itu hanya berusaha menghalau menggunakan selang air. Selang itu juga tidak dipukulkan ke kedua orangutan namun hanya dibantingkan ke tembok maupun lantai.

"Hanya dipukulkan di dinding dan di lantai, supaya tidak terjadi sesuatu hal antara kedua orangutan itu," lanjut Wini. "Jadi tidak ada orang utan yang dipukuli sampai terkapar atau mungkin sampai berdarah itu tidak ada di sini, jadi informasi itu tidak benar."

Wini kemudian menjelaskan bahwa dalam menangani satwa, pihak KBS akan menyesuaikan penanganan sesuai dengan perilaku masing-masing satwa. Adapun memukulkan selang air ke dinding dan lantai dilakukan keeper untuk melerai kedua orangutan yang sedang bertengkar.

"Memang untuk semua penanganan kembali ke perilaku satwa. Jadi punya rasa kasih sayang," tutur Wini. "Tapi menghalaunya ini, ketika (selang air) dihantamkan ke lantai dan ke dinding supaya mereka tidak bertengkar (orangutan) setelah itu dilakukan, keduanya saling melepaskan satu sama lain."

You can share this post!

Related Posts
Loading...