Harga Ayam Anjlok Disinyalir Karena Monopoli Segelintir Perusahaan
Nasional

Sejumlah peternak dari daerah-daerah mengeluhkan harga jual ayam hidup yang anjlok hingga Rp 8.000/kg. Harga yang terlalu murah ini tak sebanding dengan biaya budidaya yang harus dikeluarkan.

WowKeren - Harga ayam hidup yang menurun drastis dikeluhkan para peternak di sejumlah daerah. Di Mojokerto salah satunya. Di kabupaten ini, ayam hidup hanya dihargai Rp 8.000/kg.

Anjloknya harga ayam tersebut diduga karena adanya monopoli oleh sekelompok kecil perusahaan besar. Koordinator Kelompok Peternak Ayam Broiler Mojokerto Bagus Dian Pratama mengatakan ada dua jenis perusahaan dalam budidaya ayam potong, yakni kemitraan mandiri dan integrator.


Bagus menjelaskan pada awal mulanya perusahaan integrator hanya bergerak di bidang produksi pakan ternak sehingga hanya berperan menyediakan pakan. Namun kini, mereka mulai memonopoli bisnis ayam.

"Perusahaan integrator bergerak di bidang produksi pakan ternak, punya pabrik pakan sendiri, punya fasilitas pembibitan sendiri, punya budi daya skala besar," kata Bagus dilansir dari Detik, Jumat (28/6). "Dulu integrator bertugas hanya sebagai penyedia pakan. Sekarang integrator memonopoli bisnis ayam mulai hulu sampai hilir."

Karena perusahaan integrator ini memproduksi sendiri pakan ayam mereka, membuat harga Break Even Point (BEP) jauh lebih rendah. Dari sini mereka mulai masuk ke pasar tradisional. Berbeda dengan para peternak mandiri, BEP mereka berada di kisaran Rp 18.000/kg mengingat biaya perawatan ayam yang mahal.

"Harga BEP perusahaan integrator di bawah Rp 10 ribu sekilo. Mereka kemudian memasuki pasar basah kami, yaitu pasar-pasar tradisional," jelas Bagus. "Karena banyaknya populasi ayam, imbasnya suplai melimpah. Mereka mengobral ayam di pasar dengan harga murah supaya cepat laku. Sehingga harga di tingkat peternak ikut anjlok menjadi Rp 8 ribu/kg."

Karena tidak mungkin melawan monopoli perusahaan integrator, Bagus meminta agar mereka membidik pasar lain untuk menjual ayam-ayam mereka. "Harapan kami mungkin mereka harus punya pasar sendiri. Misalnya hotel dan restoran. Itu kan permintaannya juga lumayan besar," tutur Bagus.

You can share this post!

Related Posts