Ganjar Pranowo Coret Puluhan Calon Siswa Yang Nekat Pakai KK dan SKD Palsu Untuk Daftar PPDB
Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar para wali murid kembali ke jalan yang benar dengan mendaftarkan anak mereka di sekolah sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan.

WowKeren - Selalu ada saja oknum-oknum yang memanfaatkan celah dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, tak terkecuali dengan aturan PPDB dengan sistem zonasi. Sistem zonasi mengatur siswa untuk mendaftar di sekolah sesuai dengan jarak tempat tinggal.

Akibatnya, ada wali murid yang nekat menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) dan Kartu Keluarga (KK) asli tapi palsu agar anaknya bisa diterima di sekolah sesuai pilihannya. Seperti yang terjadi di Jawa Tengah.


Sebanyak 96 calon siswa di sejumlah SMA negeri di sana dicoret namanya dari daftar pendaftaran. SKD dan KK yang mereka gunakan memang dikeluarkan oleh pejabat pemerintah namun, masa domisili yang tertera pada SKD tersebut tidak sesuai kenyataan. Untuk bisa menggunakan SKD, maka berdasarkan aturan yang ada, siswa tersebut harus telah bertempat tinggal di tempat yang tertera minimal enam bulan.

"Ketentuannya sudah jelas, kalau mau pindah dan menggunakan SKD, minimal sudah bertempat tinggal di lokasi itu selama enam bulan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Puri Gedeh, Selasa (2/7). "Namun ternyata masih ada yang berbuat curang."

Ia menjelaskan bahwa pihaknya menemukan 96 pendaftar yang menggunakan SKD tidak valid. Dari 1.117 pendaftar yang menggunakan SKD, hanya 1.021 yang telah diverifikasi valid. 96 pelanggar tersebut langsung ditindak tegas dengan dicoret namanya dari daftar pendaftaran.

"Terhadap mereka langsung kita coret," tegas Ganjar. "Ya itu, calon siswa yang mendaftar menggunakan SKD yang tidak valid, langsung kita coret."

Ganjar mengatakan bahwa meski para siswa tersebut telah dicoret namanya dari daftar pendaftaran, bukan berarti mereka tidak bisa mendaftar. Ia mengimbau agar wali murid mendaftarkan anak mereka ke sekolah sesuai zonasi yang ditentukan, sehingga tidak perlu menggunakan KK ataupun SKD palsu.

"(Pencoretan) ini sekaligus juga warning saya kepada orang tua, bahwa saya serius, ini saya coret beneran," lanjut Ganjar. "Tolong kembali ke jalan yang benar, kembali ke zona masing-masing atau menggunakan jalur prestasi."

You can share this post!

Related Posts