Ma'ruf Amin Siap 'Copot' Sarung Demi Jadi Wakil Presiden Indonesia
Nasional

Ma'ruf Amin menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024. Hal ini disampaikannya usai menemui Jusuf Kalla di Kantor Wapres pada hari ini (4/7).

WowKeren - Sosok Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin selama ini dikenal dengan penampilannya yang khas mengenakan sarung dan peci. Namun, apakah Ma'ruf akan tetap mengenakan sarung setelah resmi dilantik menjadi Wakil Presiden Indonesia dan menjalankan tugasnya?

Terkait hal ini, Ma'ruf pun buka suara. "Ya, lihat nanti saja, sampai hari ini saya masih pakai sarung, sebelum dilarang pakai sarung," tutur Ma'ruf seusai bertemu dengan Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden pada Kamis (4/7).


Ma'ruf mengaku sudah merasa nyaman dengan sarung yang setia ia kenakan. Namun, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut juga menyatakan siap untuk mencopot sarung dan menggantinya dengan celana apabila diharuskan.

"Karena saya sudah pakai sarung ya nyaman," ungkap Ma'ruf. "Tapi jika harus pakai celana juga bisa, siap, jadi pakai apa saja siap."

Biasanya, Ma'ruf mengenakan sarung dengan tambahan ikat pinggang untuk mengeratkan balutannya. Meski baju atasan Ma'ruf sering berganti mulai dari baju koko, jas, atau hanya kemeja, namun kain sarung tetap setia menjadi bawahannya.

Bahkan saking suka dan nyamannya dengan sarung, Ma'ruf pernah kedapatan berolahraga di sepeda statis sambil bersarung. Momen tersebut tertangkap di kediaman pribadi Ma'ruf, sesaat sebelum ia pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

Di sisi lain, Ma'ruf hari ini telah memenuhi undangan Jusuf Kalla untuk mendapatkan sejumlah "wejangan" dalam bertugas sebagai Wakil Presiden. Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla rupanya meminta Ma'ruf untuk fokus menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial di Indonesia. Ia menyebut kedua masalah tersebut merupakan prioritas bagi Ma'ruf dalam bekerja.

"Secara umum bukan yang dihadapi presiden dan wakil presiden, tapi dihadapi bangsa ialah masalah ekonomi dan sosial," kata Jusuf Kalla. "Karena bukan hanya kita (yang mengalami). Secara regional ada masalah ekonomi, tapi dampaknya juga kita yang harus menyelesaikan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...